Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

IHSG Menanti Gubernur Baru BI, Investor Tahan Ekspansi ke Pasar Saham

Muhtamimah • Senin, 3 Agustus 2026 | 12:30 WIB
IHSG berpeluang menguat pekan ini. Investor masih menunggu kepastian Gubernur Bank Indonesia baru sebelum menambah investasi saham. (Dok. JP)
IHSG berpeluang menguat pekan ini. Investor masih menunggu kepastian Gubernur Bank Indonesia baru sebelum menambah investasi saham. (Dok. JP)

JawaPos.com – Peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbuka pada pekan ini. Namun, laju pasar diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi seiring investor menunggu arah kebijakan Bank Indonesia (BI) setelah pergantian gubernur.

Praktisi pasar modal Hans Kwee memproyeksikan IHSG bergerak pada area support 6.106-6.029 dengan resistance 6.268-6.454.

Sentimen eksternal masih menjadi salah satu penopang pergerakan pasar. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada akhir pekan setelah saham Amazon melonjak berkat kinerja keuangan kuartalan yang melampaui ekspektasi.

"Kinerja itu kembali meningkatkan kepercayaan investor terhadap saham-saham yang berkaitan dengan AI (kecerdasan buatan)," ujarnya kemarin (2/8).

Sebelumnya, pasar global sempat tertekan akibat kekhawatiran terhadap besarnya belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan teknologi untuk membangun infrastruktur AI. Investor mempertanyakan seberapa cepat investasi besar tersebut dapat menghasilkan keuntungan.

Namun, kekhawatiran itu mulai mereda.

"Penurunan saham-saham terkait AI kemungkinan terjadi karena pelaku pasar bereaksi berlebihan terhadap kekhawatiran mengenai pengeluaran modal," jelas Hans.

Dari sisi kebijakan moneter, pasar global juga mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September mendatang. Perubahan ekspektasi tersebut diperkirakan turut memengaruhi arah pasar keuangan dunia.

"Pelaku pasar juga dipengaruhi musim laporan keuangan di Eropa yang masih berlangsung," katanya.

Di pasar komoditas, harga minyak dunia melonjak pada akhir pekan. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar sejak Maret, dipicu masih tingginya premi risiko geopolitik di sekitar jalur pelayaran strategis, terutama Selat Hormuz.

Di dalam negeri, perhatian investor masih tertuju pada proses pergantian kepemimpinan BI setelah mundurnya Gubernur Perry Warjiyo.

"Pasar menunggu sosok pengganti yang mampu menjaga independensi bank sentral sekaligus mempertahankan kredibilitas kebijakan moneter," ucap Hans.

Sementara itu, analis Panin Sekuritas Elandry Pratama menilai peluang IHSG melanjutkan penguatan pada Agustus masih terbuka, meski kenaikannya diperkirakan lebih moderat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut dia, sentimen pasar masih dipengaruhi ketidakpastian domestik, terutama belum terisinya posisi Gubernur Bank Indonesia. Karena itu, investor cenderung menunggu kepastian sebelum meningkatkan eksposur di pasar saham.

"Peluang IHSG untuk menguat pada Agustus tetap terbuka, namun saya memperkirakan penguatannya akan lebih moderat dibanding Agustus tahun lalu," jelas Elandry. 

Pergerakan IHSG Sepekan

Hari IHSG
Senin (27/7) 6.185,78
Selasa (28/7) 6.130,59
Rabu (29/7) 6.091,39
Kamis (30/7) 6.189,36
Jumat (31/7) 6.236,13

 

Editor : Hendra
Sumber : Bank Indonesia, Jawa Pos Koran
pasar saham gubernur bi ihsg