Selasa, 4 Agustus 2026
Logo

Investasi KEK Tembus Rp32 Triliun, 75 Persen Berasal dari Investor Asing

Selasa, 4 Ags 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi - Investasi KEK mencapai Rp32 triliun pada semester I 2026. Sebanyak 75 persen berasal dari investor asing dan menciptakan lebih dari 34 ribu lapangan kerja. (Antara)
Ilustrasi - Investasi KEK mencapai Rp32 triliun pada semester I 2026. Sebanyak 75 persen berasal dari investor asing dan menciptakan lebih dari 34 ribu lapangan kerja. (Antara)

JawaPos.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus menjadi tujuan investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Mayoritas modal yang masuk pada semester I 2026 berasal dari investor asing dan turut menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

KEK tetap menjadi magnet investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sepanjang semester I 2026, KEK membukukan realisasi investasi sebesar Rp32 triliun dengan 75 persen di antaranya berasal dari penanaman modal asing (PMA).

Dari total investasi tersebut, PMA menyumbang Rp24 triliun, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp8 triliun. Masuknya investasi baru itu juga menciptakan 34.162 lapangan kerja.

Berdasarkan data sementara hingga 28 Juli 2026, realisasi investasi kumulatif di seluruh KEK telah mencapai Rp368 triliun. Nilai tersebut berasal dari 444 badan usaha dan pelaku usaha dengan total tenaga kerja yang terserap mencapai 283.234 orang.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK Susiwijono Moegiarso mengatakan, kepercayaan investor tidak cukup dibangun hanya melalui insentif fiskal.

"Kepercayaan investor tidak hanya dibangun melalui insentif, tetapi juga melalui kepastian regulasi, penyelesaian hambatan secara cepat, dan komunikasi yang konsisten antara pemerintah dengan dunia usaha," ujarnya akhir pekan (1/8).

Menurut Susiwijono, pemerintah terus meningkatkan daya saing KEK melalui pengembangan ekosistem industri yang terintegrasi. Salah satu contohnya adalah KEK Galang Batang yang mengembangkan rantai industri aluminium mulai dari produksi 12 juta ton bauksit, 4 juta ton smelter grade alumina (SGA), hingga 2 juta ton aluminium ingot per tahun.

Selain sektor manufaktur, pemerintah juga mempercepat pengembangan ekonomi digital di kawasan KEK melalui pembangunan pusat data, pengembangan akal imitasi (AI), serta pengoperasian kabel bawah laut Nongsa-Changi Cable sepanjang 50 kilometer dengan kapasitas 1,6 petabit per detik.

KEK juga diarahkan menjadi pusat pertumbuhan baru di sektor pariwisata, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Salah satunya melalui kolaborasi KEK Singhasari di Malang dengan King's College London serta program pelatihan vokasi yang didukung anggaran Rp6,26 triliun.


Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia