Senin, 3 Agustus 2026
Logo

SMKN 6 Semarang Minta Distribusi MBG Dihentikan Sementara, 10 Siswa Masih Dirawat

Senin, 3 Ags 2026 | 17:46 WIB
Ilustrasi: Menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang siap disajikan. (ANTARA/HO-MBG)
Ilustrasi: Menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang siap disajikan. (ANTARA/HO-MBG)

JawaPos.com - SMKN 6 Semarang meminta distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara setelah ratusan siswa dan guru dilaporkan mengalami gangguan kesehatan. Hingga Minggu (2/8) siang, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan serta investigasi terhadap dapur penyedia MBG.

Mengutip Radar Semarang, sekolah memilih menunggu hasil evaluasi dari Dinas Kesehatan sebelum program MBG kembali didistribusikan. Sementara itu, kondisi para siswa yang masih dirawat terus dipantau.

Kepala SMKN 6 Semarang Berti Sagendra mengatakan, saat ini masih ada 10 siswa yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Mereka dirawat di Rumah Sakit Tentara (RST), RSUD KRMT Wongsonegoro (RSWN), Permata Medika, dan Panti Wilasa Citarum.

"Kami sudah meminta ke SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) agar (distribusi MBG) dihentikan dulu. Sambil menunggu evaluasi dari Dinas Kesehatan," kata Berti.

Sementara itu, enam siswa yang sebelumnya dirawat di UPTD Puskesmas Halmahera telah diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya membaik.

Kepala UPTD Puskesmas Halmahera dr Turi Setyawati mengatakan, keenam siswa tersebut datang dengan keluhan diare, mual, dan lemas.

"Setelah kondisi fisik membaik dan keluhan mereda, mereka diperbolehkan melanjutkan pemulihan di rumah," ujar Turi.

Himpun Data

Di tengah proses penanganan, pihak sekolah masih menghimpun data siswa yang mengalami keluhan. Untuk itu, sekolah menyebarkan Google Form kepada seluruh siswa guna mengetahui kondisi mereka.

Hingga laporan sementara, sekitar 693 siswa telah mengisi formulir tersebut. Selain itu, 14 guru juga melaporkan mengalami keluhan kesehatan.

Keluhan yang disampaikan beragam, mulai dari pusing, mual, diare, muntah, hingga lemas. Meski demikian, Berti menegaskan jumlah tersebut bukan berarti seluruh siswa dan guru harus menjalani perawatan medis.

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran
Bagikan:

Artikel Terkait

Setelah MBG Tak Boleh Ambil Anggaran Pendidikan, Para Guru Minta di APBN 2027 Sudah Diterapkan

Setelah MBG Tak Boleh Ambil Anggaran Pendidikan, Para Guru Minta di APBN 2027 Sudah Diterapkan

Guru meminta pemerintah mulai menerapkan putusan MK pada APBN 2027 dengan menghentikan penggunaan anggaran pendidikan untuk program MBG.

Putusan MK soal MBG, Rieke Diah Pitaloka Minta Pemerintah Benahi Tata Kelola Gizi Nasional

Putusan MK soal MBG, Rieke Diah Pitaloka Minta Pemerintah Benahi Tata Kelola Gizi Nasional

Rieke Diah Pitaloka menilai Putusan MK menjadi momentum membenahi tata kelola gizi nasional dan meminta pemerintah menerbitkan Perpres baru.

Kepala BGN Pastikan Akan Tutup SPPG Bandel, Sudaryono Terapkan Sistem Reward and Punishment Program MBG

Kepala BGN Pastikan Akan Tutup SPPG Bandel, Sudaryono Terapkan Sistem Reward and Punishment Program MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan akan menerapkan sistem reward and punishment bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun para pegawainya agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia