Saham Meta Anjlok 10 Persen, Investor Mulai Ragukan Investasi AI

JawaPos.com – Investor mulai meragukan strategi besar Meta Platforms dalam mengembangkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Keraguan itu muncul setelah saham perusahaan anjlok sekitar 10 persen menyusul proyeksi pendapatan yang dinilai mengecewakan, sementara belanja AI dan biaya operasional terus membengkak.
Meta memproyeksikan pendapatan pada kuartal berjalan sebesar USD 61 miliar hingga USD 64 miliar atau sekitar Rp 1.102 triliun hingga Rp 1.158 triliun. Angka tersebut berada di bawah ekspektasi analis Wall Street yang memperkirakan pendapatan mencapai USD 63,1 miliar atau sekitar Rp 1.137 triliun.
Di saat yang sama, pengeluaran perusahaan melonjak tajam. Laporan keuangan kuartal II menunjukkan biaya operasional naik 55 persen menjadi USD 42 miliar atau sekitar Rp 757,4 triliun.
Akibatnya, arus kas bebas (free cash flow) merosot hingga 91 persen menjadi hanya USD 784 juta atau sekitar Rp 14,13 triliun karena besarnya investasi untuk membangun infrastruktur AI.
Meski mendapat respons negatif dari pasar, CEO Meta Mark Zuckerberg menegaskan investasi AI tetap menjadi prioritas perusahaan.
"Pengembangan AI telah meningkatkan kualitas sistem periklanan dan rekomendasi konten di berbagai platform Meta," kata Zuckerberg.
Meta mengembangkan agen AI untuk membantu berbagai kebutuhan konsumen, mulai dari layanan kesehatan, keuangan pribadi, hingga pengembangan karier. Perusahaan juga menyiapkan AI untuk kebutuhan dunia usaha, seperti layanan pelanggan, pemrograman, dan pengelolaan bisnis.
Namun, besarnya investasi tersebut belum mampu menghapus kekhawatiran investor. Direktur Riset Forrester Mike Proulx mengatakan, investor kini mempertanyakan apakah investasi AI benar-benar akan menghasilkan pertumbuhan jangka panjang atau justru mengalihkan fokus bisnis utama perusahaan.



