IHSG Menanti Gubernur Baru BI, Investor Tahan Ekspansi ke Pasar Saham

JawaPos.com – Peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbuka pada pekan ini. Namun, laju pasar diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi seiring investor menunggu arah kebijakan Bank Indonesia (BI) setelah pergantian gubernur.
Praktisi pasar modal Hans Kwee memproyeksikan IHSG bergerak pada area support 6.106-6.029 dengan resistance 6.268-6.454.
Sentimen eksternal masih menjadi salah satu penopang pergerakan pasar. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada akhir pekan setelah saham Amazon melonjak berkat kinerja keuangan kuartalan yang melampaui ekspektasi.
"Kinerja itu kembali meningkatkan kepercayaan investor terhadap saham-saham yang berkaitan dengan AI (kecerdasan buatan)," ujarnya kemarin (2/8).
Sebelumnya, pasar global sempat tertekan akibat kekhawatiran terhadap besarnya belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan teknologi untuk membangun infrastruktur AI. Investor mempertanyakan seberapa cepat investasi besar tersebut dapat menghasilkan keuntungan.
Namun, kekhawatiran itu mulai mereda.
"Penurunan saham-saham terkait AI kemungkinan terjadi karena pelaku pasar bereaksi berlebihan terhadap kekhawatiran mengenai pengeluaran modal," jelas Hans.
Dari sisi kebijakan moneter, pasar global juga mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September mendatang. Perubahan ekspektasi tersebut diperkirakan turut memengaruhi arah pasar keuangan dunia.
"Pelaku pasar juga dipengaruhi musim laporan keuangan di Eropa yang masih berlangsung," katanya.
Di pasar komoditas, harga minyak dunia melonjak pada akhir pekan. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar sejak Maret, dipicu masih tingginya premi risiko geopolitik di sekitar jalur pelayaran strategis, terutama Selat Hormuz.




