JawaPos.com - Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami peningkatan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tangsel, ekonomi daerah ini tumbuh sebesar 5,24% dibandingkan triwulan II tahun sebelumnya.
Kepala BPS Tangsel, Agung Erianto Juliandono, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Tangsel di triwulan II 2025 mencapai 5,24% secara year-on-year (y-on-y), naik dari 3,62% pada triwulan I tahun yang sama. Secara quarter-to-quarter (q-to-q), ekonomi Tangsel tumbuh sebesar 2,57% jika dibandingkan triwulan I 2025.
"Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Tangsel pada triwulan II tahun 2025 tumbuh sebesar 4,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2024," ungkap Agung, kemarin (2/10).
Dari sisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Kota Tangsel mencatat nilai Rp 29.912,80 miliar atas dasar harga berlaku, dan Rp 19.168,50 miliar jika dihitung atas dasar harga konstan 2010.
Agung menjelaskan, sektor tersier masih menjadi penopang utama ekonomi Tangsel dengan kontribusi sebesar 74,48% dari total PDRB triwulan II. Sektor sekunder menyumbang 25,34%, sementara sektor primer hanya 0,18%.
"Laju pertumbuhan sektor primer terkontraksi sebesar -3,34% year-on-year. Namun, hal ini tidak menghambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," imbuhnya.
Bila melihat angka tersebut, artinya pertumbuhan ekonomi di Kota Tangsel tahun ini sudah mencapai target. Sebelumnya, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 4 persen pada tahun 2025.
Benyamin mengakui bahwa capaian 4 persen bukan perkara mudah, karena pertumbuhan ekonomi sekarang juga dipengaruhi faktor global.
"Saya berharap bisa 4 persen tahun ini, karena pertumbuhan 0,5 persen juga itu bukan kerja yang gampang. Saya berharap semua instrumen yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Tangerang Selatan ini berjalan lancar. Investasi sektor swasta, baik PMA mau PMDN, government spending, belanja masyarakat, tingkat konsumsi rumah tangga, dan sebagainya," kata Benyamin.
Menurutnya, menjaga konsumsi masyarakat menjadi kunci utama mendorong pertumbuhan ekonomi. Dia menyebut beberapa strategi yang akan dilakukan pemkot untuk mengejar target tersebut.
"Yang paling penting adalah memastikan stok sembako tersedia dengan baik di tengah masyarakat. Ini untuk menjaga daya beli. Selain itu, bantuan sosial seperti PKH dan program lainnya harus segera disalurkan, terutama bagi warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) supaya mempertahankan daya beli masyarakat," terangnya.
Benyamin juga menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan. Pemkot, kata dia, terus membuka ruang investasi dan mempermudah perizinan, terutama bagi usaha mikro dan kecil.
"Investasi tak harus skala besar. Kalau ada yang mau buka rumah makan dan menyerap 5 sampai 10 tenaga kerja, itu juga kita dorong. Izin kita permudah, agar ekonomi lokal tetap bergerak," lanjutnya.
Pasar tradisional pun tak luput dari perhatian. Menurut Benyamin, pasar harus menjamin kualitas dan keamanan produk yang dijual, termasuk soal masa kedaluwarsa dan kebersihan.
Sektor belanja pemerintah daerah (government spending) juga akan dioptimalkan. "Belanja daerah bisa mendorong daya beli masyarakat yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi," imbuhnya.