4 Poin Klarifikasi FIFA Soal Isu Penjualan Saham Piala Dunia

JawaPos.com - FIFA akhirnya memberikan penjelasan resmi setelah rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) menuai penolakan dari UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
FIFA menegaskan bahwa proposal itu masih sebatas bahan diskusi dan belum menjadi keputusan final.
Sebagaimana dilansir dari Bein Sports pada Sabtu (1/8), berikut adalah 4 alasan utama yang disampaikan FIFA untuk menanggapi kontroversi terkait penjualan saham operasional Piala Dunia:
Baca Juga: Tembus 63 Juta Penonton, Final Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Siaran TV di Amerika Serikat
1. Membantah Tuduhan Menjual Sepak Bola
FIFA menegaskan bahwa proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise tidak bertujuan menjual ataupun memprivatisasi Piala Dunia maupun kompetisi internasional lainnya. Organisasi itu menyebut sejumlah pemberitaan telah menimbulkan kesalahpahaman mengenai isi proposal. FIFA juga memastikan struktur tata kelola organisasi tidak akan berubah meski terdapat investasi dari pihak eksternal.
2. Menjanjikan Dana Lebih Besar bagi Anggota
FIFA menyatakan setiap dari 211 asosiasi anggotanya akan menerima dana pengembangan sebesar USD 20 juta atau sekitar Rp 326 miliar melalui Program FIFA Forward periode 2027–2030.
Selain itu, setiap asosiasi juga berpeluang memperoleh tambahan pendanaan sebesar USD 20 juta atau sekitar Rp 326 miliar melalui Program FIFA Fast Forward yang didukung investasi eksternal. Menurut FIFA, dana itu akan digunakan untuk mempercepat pengembangan sepak bola tanpa memengaruhi kepemilikan kompetisi.
3. Menegaskan Proses Pengambilan Keputusan Tetap Demokratis





