Sabtu, 1 Agustus 2026
Logo

IHSG Rebound, Sentimen BI Mereda: Investor Tunggu Kepastian Pengganti Gubernur Bank Indonesia

Sabtu, 1 Ags 2026 | 10:42 WIB
Bank Indonesia. (Dok. JP)
Bank Indonesia. (Dok. JP)

JawaPos.com – Tekanan terhadap pasar modal akibat isu pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mulai mereda. Setelah sempat terkoreksi selama tiga hari berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren penguatan.

Ekonom Universitas Brawijaya Noval Adib menilai pelaku pasar mulai mencerna dampak pergantian kepemimpinan di BI maupun memanasnya kembali konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS). Kedua sentimen tersebut kini telah tercermin dalam pergerakan harga saham.

Menurut Noval, menguatnya kembali IHSG menunjukkan pasar telah melakukan penyesuaian terhadap berbagai sentimen negatif tersebut. Fokus investor kini bergeser pada kepastian siapa yang akan menggantikan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI.

"Isu pengunduran diri Gubernur BI maupun konflik Iran–AS sudah priced in. Pasar sekarang tinggal menunggu siapa Gubernur BI berikutnya sebelum memberikan respons lanjutan," jelasnya kemarin (31/7).

Dari sisi teknikal, Noval menilai tren IHSG masih berada dalam fase yang positif. Koreksi yang terjadi pada awal pekan hanya merupakan pullback setelah pasar merespons ketidakpastian terkait Bank Indonesia.

Selain faktor teknikal, peluang berlanjutnya rebound juga didukung valuasi saham yang dinilai semakin menarik. Koreksi tajam sepanjang semester pertama 2026 membuat banyak saham diperdagangkan pada harga yang lebih murah sehingga kembali menarik minat investor.

"IHSG sempat turun cukup dalam pada semester pertama. Sekarang banyak saham yang sudah berada di level valuasi menarik," paparnya.

Noval juga melihat kepercayaan investor asing terhadap Indonesia masih cukup terjaga. Status Indonesia sebagai emerging market membuat dana investasi global belum beralih ke pasar lain.

"Dana-dana asing masih bertahan di Indonesia yang tetap berstatus emerging market, bukan turun menjadi frontier market," ujarnya.

Menurut dia, investor institusi global umumnya mengambil keputusan berdasarkan prospek ekonomi jangka menengah hingga panjang.


Artikel Terkait

KPK: Pemanggilan Perry Warjiyo dalam Kasus CSR BI-OJK Sesuai Kebutuhan Penyidik

KPK: Pemanggilan Perry Warjiyo dalam Kasus CSR BI-OJK Sesuai Kebutuhan Penyidik

KPK menyatakan pemanggilan mantan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam kasus dugaan korupsi dana CSR BI-OJK bergantung kebutuhan penyidik.

BI Perkuat Strategi Triple Intervention untuk Jaga Rupiah, Transaksi Pasar Spot, NDF, dan DNDF Dioptimalkan

BI Perkuat Strategi Triple Intervention untuk Jaga Rupiah, Transaksi Pasar Spot, NDF, dan DNDF Dioptimalkan

Bank Indonesia (BI) memperkuat strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global. Bank sentral tidak lagi hanya mengandalkan suku bunga acuan.

Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Naik, OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan dalam Kondisi Sehat 

Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Naik, OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan dalam Kondisi Sehat 

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) menjadi 5,5 persen tidak membuat regulator khawatir terhadap kondisi industri keuangan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan sektor jasa keuangan.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia