5 SUV Listrik Baru Ramaikan GIIAS 2026, Jarak Tempuh Ada yang Tembus 1.200 Km

JawaPos.com - Persaingan SUV listrik di Indonesia semakin memanas setelah sejumlah pabrikan memperkenalkan model terbaru di GIIAS 2026. Masing-masing menawarkan keunggulan mulai dari jarak tempuh, pengisian cepat, hingga teknologi kabin yang semakin canggih.
Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 kembali menjadi panggung utama persaingan SUV listrik di Indonesia. Sejumlah pabrikan menghadirkan model baru dengan teknologi terbaru, menawarkan daya jelajah lebih jauh, fitur digital yang semakin lengkap, hingga kemampuan pengisian daya yang lebih cepat.
Dominasi merek asal Tiongkok juga semakin terlihat di segmen ini. Beragam SUV listrik baru hadir dengan karakter berbeda untuk membidik kebutuhan konsumen Indonesia yang mulai beralih ke kendaraan elektrifikasi.
Lepas E4 EV
Lepas E4 EV menjadi SUV listrik lima penumpang dari merek Lepas (Chery Group) yang menjalani debut di Indonesia pada GIIAS 2026.
Mobil ini dibangun di atas platform kendaraan listrik Chery dengan desain crossover modern dan kabin berteknologi tinggi. Untuk pasar Indonesia, Lepas E4 EV menggunakan baterai berkapasitas 67 kWh yang dipadukan dengan LEX Platform sehingga diklaim mampu menempuh jarak hingga 600 kilometer.
Motor listriknya menghasilkan tenaga maksimum 160 kW dan mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 7,2 detik.
Changan Nevo Q05
Nevo Q05 hadir sebagai SUV listrik yang mengusung konsep smart drive, easy life dengan fokus pada efisiensi, kenyamanan, dan teknologi untuk penggunaan sehari-hari.
Mobil ini menggunakan motor listrik permanent magnet synchronous berpenggerak roda depan yang menghasilkan tenaga 120 kW. Daya jelajahnya diklaim mencapai 462 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar New European Driving Cycle (NEDC).
Nevo Q05 juga mendukung pengisian cepat DC yang mampu mengisi baterai dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
MG S5 EV
MG membawa S5 EV sebagai SUV listrik global terbaru yang diproyeksikan menggantikan posisi ZS EV di berbagai negara.





