JawaPos.com - Banjir bisa datang secara tiba-tiba, terutama saat hujan deras turun dalam waktu lama. Untuk mengurangi risiko dan menjaga keselamatan, penting untuk mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah banjir terjadi.
Dilansir dari civildefence.govt.nz, berikut panduan lengkapnya yang sebaiknya Anda tahu:
1. Utamakan Keselamatan dan Jangan Ambil Risiko
Jika Anda melihat air mulai naik, segera bertindak. Banjir dan banjir bandang dapat terjadi sangat cepat, bahkan sebelum ada peringatan resmi. Segera cari tempat yang lebih tinggi dan jauhi area banjir.
Hindari berjalan, berenang, atau mengemudi di area yang tergenang. Air setinggi 15 cm saja sudah cukup untuk menghanyutkan orang, dan air setinggi setengah meter dapat menyeret kendaraan. Selain berbahaya, air banjir juga biasanya kotor dan terkontaminasi.
Jika memungkinkan, bantu orang-orang di sekitar Anda yang membutuhkan, selama Anda tidak menempatkan diri dalam bahaya.
Baca Juga: Rekomendasi Kafe Kucing di Jakarta hingga Semarang, Cocok untuk Pecinta Anabul
2. Jika Banjir Berpotensi Terjadi di Wilayah Anda
Bersiaplah untuk bergerak cepat kapan saja. Simpan tas darurat di tempat yang mudah dijangkau dan pastikan ponsel selalu aktif untuk menerima peringatan darurat dari otoritas.
Ikuti perkembangan kondisi melalui radio atau situs web pemerintah daerah dan lembaga penanggulangan bencana. Jika ada instruksi evakuasi, ikuti segera.
3. Persiapan di Rumah Sebelum Banjir Menerjang
Untuk mengurangi risiko saat terjadi banjir, pindahkan barang-barang berharga serta bahan berbahaya seperti peralatan listrik dan bahan kimia ke tempat yang lebih tinggi, dan simpan dokumen penting dalam wadah kedap air.
Angkat karpet, kasur, dan gorden dari lantai, serta amankan barang-barang di luar rumah yang berpotensi terbawa arus. Pastikan saluran air dan talang dalam kondisi bersih agar tidak tersumbat, lalu pasang plastik kedap air di pintu luar untuk meminimalkan masuknya air.
Jika diperlukan, gunakan karung pasir untuk mengalihkan aliran air dan pindahkan kendaraan ke tempat yang lebih tinggi atau simpan di garasi.
Selain itu, jangan lupa membantu tetangga yang memerlukan bantuan, dan apabila ada perintah untuk mengungsi, jangan kembali ke rumah sebelum pihak berwenang memastikan kondisi benar-benar aman.
4. Lindungi Hewan Peliharaan dan Ternak
Saat menghadapi situasi darurat seperti banjir, bawa hewan peliharaan ke dalam rumah dan tempatkan mereka di satu ruangan agar lebih mudah dikendalikan. Siapkan kandang, tali, serta perlengkapan yang mereka butuhkan, dan jika memungkinkan, pindahkan ternak ke area yang lebih tinggi untuk mengurangi risiko.
Ketika Anda harus mengungsi, pastikan untuk membawa hewan peliharaan bersama Anda, karena jika suatu tempat tidak aman bagi manusia, maka tempat itu juga tidak aman bagi hewan.
5. Saat Banjir Terjadi
Jauhi air banjir karena sangat berbahaya. Jangan berjalan, berenang, atau bermain di dalamnya, dan pastikan anak-anak tetap berada jauh dari area banjir.
Hindari mengambil foto atau video dengan mendekati lokasi banjir, karena air banjir bisa terkontaminasi kotoran, bahan kimia, bahkan berisiko tersengat listrik dari kabel yang terendam.
Jika tanpa sengaja terkena air banjir, segera bersihkan diri dan cuci pakaian untuk mengurangi risiko infeksi atau kontaminasi.
6. Jika Anda sedang Mengemudi
Jangan pernah mencoba melewati jalan yang tergenang banjir. Jika menemukan area yang sudah terendam, segera putar balik dan cari rute lain yang lebih aman.
Hindari menyeberangi sungai kecil, arungan, atau jalan yang airnya menutupi permukaan karena arus bisa lebih kuat dari yang terlihat.
Jika kendaraan mogok akibat banjir, segera tinggalkan dan cari tempat yang lebih tinggi. Mengemudi di tengah banjir juga dapat menciptakan gelombang yang membahayakan orang lain serta memperburuk kerusakan di sekitar.
Dengan memahami langkah-langkah ini, Anda dapat melindungi diri, keluarga, dan hewan peliharaan saat menghadapi banjir. Ingat, keselamatan adalah prioritas utama. Jangan mengambil risiko yang tidak perlu dan selalu ikuti arahan dari pihak berwenang. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah