Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Jaga Stabilitas Rupiah, Pemerintah Hidupkan Lagi Dana Stabilitas Obligasi dan Percepat Penerbitan Panda Bond di Tiongkok

Jumat, 8 Mei 2026 | 20:23 WIB
Petugas menghitung rupiah dan dollar di sebuah money changer. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Petugas menghitung rupiah dan dollar di sebuah money changer. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) menjamin, di tengah pelemahan rupiah, stabilitas nilai tukar tetap terjaga. Fundamental ekonomi Indonesia, menurut bank sentral, juga tetap kuat.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terjadi hampir terhadap seluruh mata uang dunia. Kondisi itu dipicu kenaikan harga minyak dunia akibat tensi geopolitik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga tinggi The Fed yang membuat imbal hasil aset dolar semakin menarik.

Meski demikian, Perry menegaskan, kondisi rupiah masih relatif stabil dibanding mata uang negara berkembang lainnya. Menurut dia, BI telah melakukan langkah stabilisasi secara agresif melalui tujuh strategi kebijakan.

Di antaranya, intervensi di pasar spot, domestic non-deliverable forward (DNDF), hingga offshore non-deliverable forward (NDF) di pusat keuangan dunia seperti Hongkong, Singapura, London, dan New York. "Itu bukan business as usual. Kami intervensi around the clock di pasar global," kata Perry di Jakarta kemarin.

Untuk menjaga likuiditas, BI mempertahankan pertumbuhan uang primer di atas 10 persen, bahkan terakhir mencapai 14,1 persen. Di sisi lain, BI mempertahankan BI Rate pada level 4,75 persen selama Februari-April 2026 untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi. Inflasi April 2026 tercatat rendah di level 2,42 persen atau masih dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Fundamental ekonomi Indonesia, kata Perry, juga masih solid. Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen, termasuk salah satu yang tertinggi di kelompok G20.

Neraca perdagangan Januari-Maret 2026 juga surplus USD 5,5 miliar yang didorong surplus nonmigas. Cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 tercatat USD 148,2 miliar dan dinilai lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas eksternal.

Redam Gejolak Pasar

Pemerintah juga mulai menyiapkan langkah tambahan untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah kenaikan yield SBN dan tekanan di pasar keuangan global. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Kemenkeu akan menghidupkan kembali skema Bond Stabilization Fund (Dana Stabilitas Obligasi) untuk meredam gejolak pasar obligasi domestik.

"Sebetulnya sudah ada tapi mati, saya mau hidupin aja," tuturnya.

Langkah tersebut dilakukan setelah yield SBN mengalami kenaikan cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir. Dari kisaran 5,9 persen, yield obligasi pemerintah kini bergerak di level sekitar 6,7 persen. Kenaikan yield membuat harga obligasi turun dan memicu potensi capital loss bagi investor asing.

Editor : Hendra
Bagikan:

Artikel Terkait

Intervensi BI Belum Mampu Dongkrak Rupiah, Pengamat Dorong BPS Terapkan Revisi Bertahap

Intervensi BI Belum Mampu Dongkrak Rupiah, Pengamat Dorong BPS Terapkan Revisi Bertahap

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurahman menilai, tekanan terhadap rupiah berasal dari kombinasi faktor eksternal dan domestik.

Rupiah Tertekan, BI Perketat Pembelian Dolar AS! Pemerintah Siapkan Penerbitan Surat Berharga Mata Uang Asing Lain 

Rupiah Tertekan, BI Perketat Pembelian Dolar AS! Pemerintah Siapkan Penerbitan Surat Berharga Mata Uang Asing Lain 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan dan menyentuh level terlemah sepanjang sejarah di posisi Rp 17.424 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (5/5).

Rupiah Terpuruk! Sentuh Rp 17.300 per USD, Bank Indonesia Perkuat Intervensi

Rupiah Terpuruk! Sentuh Rp 17.300 per USD, Bank Indonesia Perkuat Intervensi

Nilai tukar rupiah kembali tertekan. Pada perdagangan kemarin (23/4), rupiah sempat menembus level Rp17.300 per dolar Amerika Serikat (AS) sebelum akhirnya ditutup di Rp 17.286.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia