Jumat, 17 Juli 2026
Logo

BPJS Ketenagakerjaan Bidik 10 Juta Pekerja Rentan, Menko PM Muhaimin Iskandar Ingatkan Perhatian Investor

Jumat, 8 Mei 2026 | 20:20 WIB
Sejumlah pekerja beraktifitas di lokasi pembangunan rumah hunian sementara di kawasan Senen, Jakarta, Kamis (24/04/2026). HANUNG HAMBARA/JAWA POS
Sejumlah pekerja beraktifitas di lokasi pembangunan rumah hunian sementara di kawasan Senen, Jakarta, Kamis (24/04/2026). HANUNG HAMBARA/JAWA POS

JawaPos.com – Pemerintah mulai menggeber perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal. Tahun ini, sebanyak 10 juta pekerja rentan ditargetkan masuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Pencanangan program tersebut dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dalam ajang Paritrana Award 2025, kemarin (8/5).

Pekerja rentan yang disasar berasal dari sektor informal. Mulai petani, nelayan, tukang ojek, hingga pekerja mandiri dengan penghasilan tidak tetap.

Menko PM Muhaimin Iskandar mengatakan, kelompok pekerja rentan memiliki risiko sosial ekonomi tinggi. Ketika mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia, keluarganya rawan jatuh ke jurang kemiskinan. Karena itu, jaminan sosial ketenagakerjaan dinilai menjadi jaring pengaman penting bagi keberlangsungan hidup keluarga pekerja. 

Menteri yang akrab disapa Cak Imin itu menambahkan, perlindungan pekerja kini juga menjadi perhatian investor. Perusahaan yang serius melindungi pekerjanya dinilai memiliki citra lebih baik di mata pasar.

“Perusahaan yang mengabaikan perlindungan pekerja akan dipandang eksploitatif dan berisiko tinggi,” katanya.

Pemerintah menargetkan perlindungan 10 juta pekerja rentan tercapai pada 2026 sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menambahkan, hingga saat ini total peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 47,4 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 6,7 juta merupakan pekerja rentan.Artinya, masih ada sekitar 3,3 juta pekerja yang harus dikejar agar target tercapai.

“Dengan program yang dicanangkan pemerintah, kami optimistis target 10 juta pekerja rentan bisa tercapai pada akhir tahun,” ujarnya.

Untuk mempercepat capaian, BPJS Ketenagakerjaan menyiapkan sejumlah strategi. Mulai penguatan regulasi daerah, optimalisasi program diskon iuran 50 persen melalui PP Nomor 50 Tahun 2025, hingga gerakan RT/RW Sadar Jaminan Sosial. 


Artikel Terkait

Ketahanan Aset BPJS untuk Bayar Klaim Tinggal 1,5 Bulan, Kemenkes dan Kemenkeu Bakal Gelontorkan Rp 10 T

Ketahanan Aset BPJS untuk Bayar Klaim Tinggal 1,5 Bulan, Kemenkes dan Kemenkeu Bakal Gelontorkan Rp 10 T

BPJS Kesehatan pernah mengalami defisit serupa pada lima tahun pertama berdiri. Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI kemarin (9/6), anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Murti Utami mengungkapkan.

BPJS Ketenagakerjaan Permudah Akses KPR! Gandeng BSI, Sediakan Tenor sampai 30 Tahun

BPJS Ketenagakerjaan Permudah Akses KPR! Gandeng BSI, Sediakan Tenor sampai 30 Tahun

BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas akses kepemilikan rumah bagi para pekerja.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia