JawaPos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel mencatat jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang Selatan saat ini sudah mencapai 697 kasus. Angka itu merupakan data pada 1 Januari sampai awal Oktober 2024.
Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengungkapkan, jumlah kasus DBD di Tangsel sejak 1 Januari sampai 12 Oktober 2024 tercatat ada 697 kasus. Sebelumnya pada tahun 2022 jumlah total kasus DBD selama satu tahun di Tangsel tercatat sebanyak 756 dan 2023 ada 420 kasus.
"Kasus DBD tahun 2024 pada Januari ada 70 kasus, Februari ada 131 kasus dan Maret ada 167 kasus. Selanjutnya April ada 71 kasus Mei ada 97 kasus, Juni ada 64, Juli ada 54, Agustus ada 22, September 12 dan Oktober ini sudah 9 kasus," ungkap Allin kepada Jawa Pos (15/10).
Allin menjelaskan, 697 kasus DBD itu tersebar di tujuh kecamatan. Yakni Kecamatan Ciputat sebanyak 138, Pamulang ada 133, Serpong ada 112, Pondok Aren ada 111, Serpong Utara ada 96, Setu ada 57, dan Ciputat Timur ada 50.
Untuk pencegahannya, kata Allin, Dinkes Tangsel sudah melakukan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3 M plus. Yakni menguras, menutup dan mendaur ulang.
Selain itu, juga mengajak partisipasi masyarakat dalam Gerakan 1 rumah 1 jumantik (G1R1J) dirumahnya masing-masing. Minimal satu minggu sekali.
"Sedangkan, untuk pemutusan mata rantai penularan dengan cara melakukan penyemprotan fogging untuk wilayah yang terjadi penularan kasus DBD berdasarkan Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang dilakukan oleh petugas puskesmas di bantu dengan koordinator jumantik di setiap wilayah," terangnya.
Berdasarkan data dan analisa lima tahun terakhir di Kota Tangsel, lanjut Allin, tren kasus DBD akan mengalami peningkatan di Desember, Januari, Februari, Maret sampai April.
Editor : Hendra