Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Dari Perjanjian Versailles ke Kebangkitan Nazi: Bagaimana Kekalahan Jerman Memicu Perang Dunia II

Viandra Rizqi • Selasa, 11 Maret 2025 | 17:00 WIB
Perjanjian Versailles, 1919 (Dok. www.history.com)
Perjanjian Versailles, 1919 (Dok. www.history.com)

JawaPos.com - Sejarah dunia mengalami perubahan besar pada 28 Juni 1914, ketika Putra Mahkota Austria-Hongaria, Franz Ferdinand, dan istrinya tewas ditembak oleh nasionalis Serbia, Gavrilo Princip. Insiden ini memicu serangkaian peristiwa yang akhirnya mengarah pada pecahnya Perang Dunia I.

Perang yang berlangsung selama empat tahun hingga 1918 ini menewaskan jutaan orang dan menyebabkan runtuhnya empat kekaisaran besar, yaitu Austria-Hongaria, Jerman, Ottoman, dan Rusia. Dari kehancuran tersebut, lahir negara-negara serta bangsa-bangsa baru di Eropa. Dampaknya tidak hanya terbatas pada aspek politik dan militer, tetapi juga meninggalkan pengaruh sosial yang masih terasa hingga kini.

Meskipun pertempuran berakhir dengan gencatan senjata pada 11 November 1918, Sekutu ingin memberikan sanksi formal kepada Jerman. Oleh karena itu, disepakati perjanjian Versailles antara Prancis, Inggris, Amerika Serikat, Belgia, serta sekutunya di satu pihak dan Jerman di pihak lainnya.

Dilansir dari history.com, perjanjian Versailles dibuat pada 28 Juni 1919 atau tepat lima tahun setelah Pembunuhan Franz Ferdinand di Sarajevo. Perjanjian ini ditandatangani di Galeri Kaca Istana Versailles, sebuah istana di kota kecil dekat Paris, Prancis. Dalam perjanjian ini, Jerman harus bertanggung jawab atas mulainya Perang Dunia I dan harus membayar uang ganti rugi kepada Sekutu.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Tempat Biliar di Sekitar Bintaro, Harga Terjangkau Fasilitas Mewah!

Dalam Pasal 231 Perjanjian Versailles, Jerman dinyatakan sebagai pihak yang memulai perang dan diwajibkan membayar reparasi sebesar 132 miliar Mark Emas kepada Sekutu sebagai kompensasi atas kerusakan yang terjadi. Dan tentu saja, ini merupakan beban yang sangat besar untuk dibayar oleh Jerman.

Selanjutnya, dilansir dari britannica.com, kekuatan militer Jerman dibatasi hanya 100.000 tentara, tanpa staf umum, dan dilarang memiliki tank. Perjanjian Versailles juga melarang Jerman untuk memiliki pesawat terbang militer, kapal selam, senjata kimia, dan hanya boleh memiliki industri persenjataan ringan. Tidak selesai sampai di sana, wilayah di tepi barat Sungai Rhine serta 50 km di sebelah timurnya juga harus menjadi zona demiliteri

Perjanjian Versailles dikritik keras oleh masyarakat Jerman. Mereka berpendapat bahawa negaranya telah "didikte" dan hanya akan melemahkan kondisi ekonomi negara tersebut. Reparasi yang harus dibayar pun menimbulkan rasa kebencian dan kemarahan warga Jerman terhadap Sekutu.

Statement bahwa perjanjian Versailles melemahkan dan menghancurkan ekonomi Jerman memang ada benarnya. Dilansir dari bbc.co.uk, pada akhir tahun 1922, Prancis dan Belgia menduduki kawasan Ruhr yang merupakan daerah industri utama Jerman guna mendapatkan pembayaran reparasi. Alih-alih dapat membayar kedua negara tersebut, Jerman justru mengalami hiperinflasi dan krisis ekonomi yang sangat parah pada tahun 1923. Harga barang-barang pokok naik secara signifikan.

Bukan cuma itu, Mata uang Mark Jerman anjlok drastis dari 69 Mark per dolar AS menjadi 1 triliun Mark per dolar AS, berdasarkan sumber yang dilansir dari britannica.com. Kondisi ini menyebabkan kelangkaan, kemiskinan, dan ketidakstabilan dalam pemerintahan Republik Weimar.

Rasa benci yang sudah sangat mendalam, krisis ekonomi yang sangat parah, dan instabilitas politik membuat rakyat Jerman berubah haluan menjadi mendukung ideologi dan partai politik ekstrim Jerman. Salah satu dari partai politik tersebut adalah Partai Nazi yang dipimpin oleh Adolf Hitler. Awalnya, Hitler gagal dalam kudeta terhadap pemerintah Bavaria dan sempat dipenjara, namun setelah bebas, ia berhasil meraih dukungan rakyat yang kecewa dengan pemerintahan saat itu.

Pada 30 Januari 1933, Hitler diangkat sebagai Kanselir Jerman. Setelah Presiden Hindenburg meninggal setahun kemudian, Hitler mengambil alih kekuasaan sepenuhnya. Di bawah rezim Nazi, Jerman mulai menghidupkan kembali industri persenjataan dan merebut kembali wilayah yang sebelumnya dijadikan zona demiliterisasi. Dengan memanfaatkan kemarahan rakyat atas penghinaan yang mereka rasakan akibat Perjanjian Versailles, Hitler menjanjikan kebangkitan Jerman yang lebih kuat.

Baca Juga: Astro Bot Sukses Raih Penghargaan Game of the Year, Kalahkan Pesaing Kuat

Strategi tersebut berhasil dan lambat laun dia menjadi ancaman bagi perdamaian Inggris, Prancis, dan seluruh Eropa. Ancaman tersebut benar-benar terjadi ketika Jerman menginvasi Polandia pada 1 September 1939 dan memulai Perang Dunia II. Demikianlah, perjanjian Versailles yang seharusnya membawa perdamaian malah justru membawa konflik bersenjata paling mematikan dalam sejarah umat manusia. 
 
Tank Jerman Menyerbu Polandia, 1939. (Dok. Warfare History Network)
Tank Jerman Menyerbu Polandia, 1939. (Dok. Warfare History Network)
 
Dengan demikian, perang tidak selalu membawa perdamaian. Terkadang perang hanya akan melahirkan perang lainnya yang hanya akan mendatangkan kematian dan rasa dendam yang abadi. 

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#jerman #Perjanjian Versailles #nazi #perang dunia ii #perang dunia i