Keamanan pangan mengacu pada upaya memastikan makanan bebas dari kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan. Proses ini melibatkan langkah-langkah mulai dari penyimpanan hingga konsumsi makanan.
Mengetahui cara menjaga keamanan sisa makanan membantu mencegah risiko penyakit yang berasal dari bakteri. Pengetahuan ini sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga dari gangguan kesehatan akibat makanan.
Melansir dari laman Usda, Sabtu (11/1), berikut adalah 7 tips menjaga keamanan sisa makanan dengan panduan praktis menghindari risiko penyakit.
1. Masak Makanan dengan Aman
Menggunakan termometer makanan adalah langkah penting untuk memastikan makanan matang pada suhu yang aman. Daging merah perlu dimasak hingga suhu internal 63°C, sedangkan daging giling harus mencapai 71°C.
Unggas memerlukan suhu 74°C untuk memastikan bakteri berbahaya hilang. Istirahatkan daging selama 3 menit setelah dimasak untuk mempertahankan kelembapan.
Suhu yang tepat tidak hanya menjaga rasa tetapi juga mencegah kontaminasi. Selalu cek dengan termometer untuk memastikan tingkat kematangan.
2. Jauhkan Makanan dari Zona Bahaya
Bakteri berkembang pesat di suhu 4-60°C. Pastikan makanan tetap hangat di atas 60°C atau dingin di bawah 4°C.
Makanan yang dibiarkan pada suhu ruangan lebih dari 2 jam perlu dibuang. Saat suhu lingkungan lebih dari 32°C, waktu tersebut berkurang menjadi 1 jam.
Penyimpanan yang tepat sangat membantu memperpanjang masa konsumsi makanan. Hindari menyajikan makanan dalam jumlah besar tanpa pengawasan suhu.
3. Mendinginkan Makanan dengan Cepat
Porsi besar makanan perlu dibagi ke dalam wadah kecil agar cepat dingin. Contohnya, sup dapat dibagi ke dalam beberapa wadah untuk mempercepat proses pendinginan.
Gunakan air es untuk membantu menurunkan suhu sebelum memasukkannya ke dalam kulkas. Potong makanan besar seperti daging panggang menjadi bagian lebih kecil.
Makanan panas dapat langsung dimasukkan ke dalam kulkas tanpa menunggu dingin terlebih dahulu. Proses ini memperlambat pertumbuhan bakteri. Editor : Candra Mega Sari