Rabu, 29 Juli 2026
Logo

BRIN Sebut Hantavirus Galur Andes Belum Pernah Terjadi di Indonesia, Tak Ditemukan Pada Kelompok Tikus Domestik

Ilustrasi hantavirus. (Dok. JawaPos.com)
Ilustrasi hantavirus. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com — Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ristiyanto mengajak masyarakat untuk lebih mengenal hantavirus. Virus itu ditularkan lewat vektor utama berupa tikus. Mulai dari tikus rumah, tikus got, tikus ladang, sampai mencit yang ada di alam liar.

“Penelitian hantavirus di Indonesia sebenarnya sudah dilakukan sejak 1991 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. Penelitian dilakukan di wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur,” jelas Ristiyanto kemarin (12/5).

Ristiyanto menekankan, Indonesia belum pernah melaporkan penularan hantavirus galur Andes seperti yang terkonfirmasi menjadi penyebab kematian dua dari tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius. Selain itu, berdasarkan hasil riset vektor dan reservoir penyakit di Indonesia periode 2015–2018, galur Andes tidak ditemukan pada kelompok tikus domestik, peridomestik, maupun silvatik yang diteliti.

Dia menambahkan, gejala awal infeksi hantavirus sering menyerupai influenza berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, lemas, hingga gangguan pencernaan. Karena gejalanya tidak spesifik, diagnosis dini kerap terlambat dilakukan.

Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan. Indonesia memiliki keanekaragaman rodensia yang tinggi, kepadatan penduduk besar, serta kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan populasi tikus.

Pemahaman Menyeluruh

Sementara itu, peneliti BRIN lainnya, Arief Mulyono, menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami informasi mengenai virus Andes secara menyeluruh. Meski terdapat laporan ilmiah mengenai kemungkinan penularan antarmanusia, karakteristik penyebarannya sangat berbeda dengan penyakit yang mudah menular, seperti influenza, campak, maupun Covid-19.

“Penularan antarmanusia pada virus Andes sangat jarang terjadi dan umumnya hanya berlangsung melalui kontak erat dan intensif dalam waktu lama,” jelasnya.

Dia juga meluruskan anggapan bahwa temuan kasus pada pasangan intim tidak otomatis menjadikan virus Andes sebagai penyakit menular seksual. Penularan lebih mungkin terjadi akibat kedekatan fisik yang sangat intens. Termasuk paparan air liur atau sekret pernapasan pada fase akut penyakit.

Ilustrasi hantavirus. (Dok. JawaPos.com)
Ilustrasi hantavirus. (Dok. JawaPos.com)

 

Editor : Hendra
Bagikan:

Artikel Terkait

Tiga Orang Meninggal! Wabah Hantavirus Gegerkan Kapal Pesiar Belanda, 24 Penumpang Terlanjur Turun dan Dikejar ke 12 Negara 

Tiga Orang Meninggal! Wabah Hantavirus Gegerkan Kapal Pesiar Belanda, 24 Penumpang Terlanjur Turun dan Dikejar ke 12 Negara 

Wabah hantavirus mengguncang kapal pesiar MV Hondius, tiga orang meninggal dunia, lima positif tertular Kapal berbendera Belanda.

Waspada Hantavirus! Reagen di Indonesia Terbatas, Menkes Budi Gunadi Sadikin Koordinasi dengan WHO

Waspada Hantavirus! Reagen di Indonesia Terbatas, Menkes Budi Gunadi Sadikin Koordinasi dengan WHO

Pemerintah mulai menyiapkan langkah antisipasi menyusul merebaknya kasus hantavirus yang menjadi perhatian dunia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memperku

Mengenal Hantavirus: Virus Langka Korea Selatan dari Hewan Pengerat yang Tingkat Kematianya Bisa Sangat Tinggi

Mengenal Hantavirus: Virus Langka Korea Selatan dari Hewan Pengerat yang Tingkat Kematianya Bisa Sangat Tinggi

Di tengah perhatian dunia yang selama beberapa tahun terakhir tersita oleh pandemi dan berbagai wabah penyakit menular baru, muncul kembali satu nama lama yang memicu kekhawatiran kalangan epidemiolog: Hantavirus.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia