Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Hindari Kulit Gosong Terbakar dengan Empat Saran Ahli Ini, Agar Tetap Sehat dan Glowing saat Liburan di Pantai

Alberta Dionny Natanuel • Jumat, 20 Desember 2024 | 17:30 WIB

Ilustrasi - Turis menikmati sunset di pantai.
Ilustrasi - Turis menikmati sunset di pantai.

JawaPos.com - Dengan hamparan garis pantai yang sangat panjang di Indonesia, serta terkenal punya pemandangan yang spektakuler, banyak sekali masyarakat yang lebih suka menghabiskan liburan dengan bepergian ke pantai. 

Meski hanya untuk berenang ataupun sekedar menikmati sunset sambil ngopi, berlibur ke pantai memiliki resiko paparan sinar matahari yang tinggi. Hal ini memiliki dampak yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan kulit. 

Karena itu, pergi ke pantai perlu menggunakan tabir surya untuk menghindari kulit terbakar, penuaan, hingga kanker kulit. 

Berikut tip-tip dari ahli dalam penggunaan tabir surya di pantai yang telah dihimpun JawaPos.com.

Dilansir dari Apollo Dermatology, tabir surya memiliki banyak sekali macam. Ada tabir surya yang menawarkan perlindungan dari radiasi UVA dan UVB, lalu ada yang tidak mencantumkan hal tersebut. 

Lalu ada tabir surya yang mengandung SPF yang dapat melindungi kita dari 97 persen radiasi UVB. Dokter menyarankan untuk memilih tabir surya dengan kandungan setidaknya 30 SPF. 

Berikutnya, kita perlu mengecek kandungan dari tabir suryanya. Beberapa macam tabir surya tidak memiliki bahan yang membuatnya tahan air, padahal kita akan menggunakannya di pantai yang secara alami membuat kita basah. 

Website Nivea menyarankan agar mengaplikasikan tabir surya ke bagian-bagian tubuh yang tidak ditutupi oleh pakaian kita. Seperti pundak, leher, kaki, hingga kepala apabila tidak terlindungi oleh rambut. 

Apabila terekspos secara terus-menerus, sebaiknya mengaplikasikan kembali tabir surya tiap 30 menit hingga satu jam. Bahkan setelah selesai bermain air pula. 

Baca Juga: Panduan Memilih Sunscreen: Pahami Pengertian SPF dan Perbedaan Tiap Levelnya untuk Perlindungan Kulit Maksimal

Selama tidak beraktivitas di tempat terbuka, sebaiknya mencari tempat berteduh dari panas matahari. 

Walaupun saat berteduh kita masih terkena 40 persen radiasi UV, setidaknya kita terlindung dari panas matahari secara langsung. 

Apabila tidak ada tempat untuk berteduh yang tersedia, setidaknya bawa topi yang lebar, pakaian anti UV dan kacamata hitam. Ketiga hal tersebut dapat menjadi pelindung pertama kita. 

Gunakan pakaian yang dapat menutupi tubuh dengan baik

Dilansir dari RWJ Barnabas Health, tidak ada salahnya menggunakan pakaian lengan panjang, celana panjang, atau rok panjang untuk menghindari penggunaan tabir surya yang terlalu banyak. 

Tidak perlu gunakan pakaian tebal, selama tubuh kita tidak terpapar sinar matahari langsung. 

Topi merupakan hal yang sangat penting untuk digunakan saat ke pantai. Disarankan untuk menggunakan pakai topi yang dianyam atau dijahit rapat, atau berbahan kanvas tebal untuk menyerap keringat. 

Panas matahari dapat membuat kulit kita dehidrasi, sehingga kita harus sering-sering minum air untuk menggantikan air yang hilang. 

Setelah tabir surya yang digunakan dibersihkan dari tubuh kita, segeralah mengaplikasikan pelembab kulit. Pelembab ini dapat memperbaiki kerusakan pada kulit yang terjadi akibat paparan sinar matahari. 

Baca Juga: Rekomendasi Lima Sunscreen Lokal Terlaris di Kalangan Gen Z, Mulai Rp18 Ribuan!

 
Editor : Hendra
#tabir surya #kanker #penuaan #terbakar #pantai #kulit