Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Sinopsis dan Review Manga Silver Spoon: Belajar Beternak dan Bertani Sejak Dini di SMA Agrikultur Ooezo

Alberta Dionny Natanuel • Kamis, 24 Oktober 2024 | 18:30 WIB

Sinopsis dan Review Manga Silver Spoon: Belajar Beternak dan Bertani Sejak Dini di SMA Agrikultur Ooezo. (Dok. MyAnimeList)
Sinopsis dan Review Manga Silver Spoon: Belajar Beternak dan Bertani Sejak Dini di SMA Agrikultur Ooezo. (Dok. MyAnimeList)

JawaPos.com - Para penggemar manga dan anime pasti familiar dengan komikus terkenal Hiromu Arakawa. Beliau terkenal karena karya legendarisnya Fullmetal Alchemist (2001) yang diadaptasi menjadi anime berjudul Fullmetal Alchemist (2003) dan Fullmetal Alchemist Brotherhood (2009). 

Kali ini kita akan membahas salah satu karyanya yang sedikit berbeda dari karya-karya beliau lainnya, karena bertema slice of life yang diinspirasi oleh kegiatan sehari-harinya di Hokkaido. 

Silver Spoon atau Gin no Saji pertama kali terbit pada 2011 dan selesai pada tahun 2019, dengan jumlah total 15 volume. 

Dalam manga ini kita dapat melihat kehidupan sebuah SMA Agrikultur Ooezo. Apabila disetarakan dengan sistem pendidikan di Indonesia, sekolah tersebut lebih cocok dengan sistem SMK. 

Kita akan bertemu dengan Yuugo Hachiken yang lelah dengan usahanya meraih prestasi terbaik di sekolah-sekolah sebelumnya dan tekanan dari orang tuanya untuk menjadi sukses. Akhirnya ia masuk ke sekolah agrikultur. 

Baca Juga: Cari Kostum Anime dan Baju Adat? Cek Tempat Jual dan Sewa Koleksi Terlengkap di Tangsel Berikut untuk Anak dan Dewasa dengan Harga Terjangkau

Di sekolah ini para murid belajar mengenai pertanian, perkebunan, dan peternakan. Karena kebanyakan dari mereka adalah anak dari petani dan peternak lokal, atau memiliki keinginan bekerja di bidang agrikultur. 

Akan tetapi Hachiken yang berasal dari Kota Sapporo dan tidak memiliki pengalaman sedikit pun dalam bertani atau beternak. 

Namun Hachiken bertekad untuk mencari minatnya sendiri tanpa perintah orang tuanya. Bahkan alasan utamanya bersekolah disitu adalah karena sekolah ini memiliki asrama, maka ia dapat menjauhkan diri dari orang tuanya. 

Karena ketidaksiapannya, Hachiken seakan-akan ditabrak kenyataan bahwa kehidupan seorang peternak dan petani sangatlah tidak mudah. 

Ia harus bangun pukul 5 pagi untuk membantu mengumpulkan telur di kandang ayam, lalu olahraga pagi, lalu bersekolah. Setelah sekolah selesai ia masih harus mengurus hewan lagi. Belum lagi apabila cuaca memburuk, mereka harus segera ke kandang dan kebun untuk menjaga hewan dan tumbuhan. 

Hachiken juga harus menyaksikan penjagalan ayam pertama kalinya di depan matanya sendiri di hari pertama sekolahnya. 

Dalam seri ini kita juga akan bertemu teman-teman sekelas Hachiken yang kebanyakan adalah warga lokal, atau anak dari petani dan peternak lokal. 

Contohnya, Aki Mikage yang bergabung dengan klub berkuda dan ingin meneruskan peternakan sapi perah dan produksi susu milik orang tuanya. 

Dan karena Hachiken juga ikut bergabung ke klub berkuda karena Mikage, ia jadi harus bangun lebih pagi lagi untuk mengurus kuda-kuda di sekolah. 

Kita juga akan melihat duka dari kegagalan sebuah peternakan dari karakter Ichiro Komaba yang keluarganya harus menyatakan bangkrut dan menjual peternakan sapi perah kecil mereka untuk membayar hutang. 

Karena itu ia terpaksa harus berhenti bersekolah dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. 

Baca Juga: Mechanical Arms: Berawal dari Proyek Anime Indie, Menjadi Serial Animasi Mecha yang Patut Dinanti

Seri ini diinspirasi oleh keseharian pengarangnya, Arakawa, yang lahir dan besar di peternakan sapi bersama keempat kakak perempuan dan adik laki-lakinya. Beliau juga bekerja sebagai peternak selama delapan tahun sebelum akhirnya pindah ke Tokyo. 

Dilansir dari MyAnimeList, seri ini memenangkan Grand Prize pada Penghargaan Manga Taishio pada tahun 2012. Seri ini juga memenangkan Penghargaan Konten Budaya Masakan Jepang pada 2013. 

Seri ini mendapatkan adaptasi animenya yang ditayangkan sejak 2013 hingga 2014 dengan total 22 episode. Serta mendapatkan film adaptasi live action pada 2014. 

Dalam seri ini kita dapat melihat bagaimana seorang petani dan peternak hidup dan bekerja. Selain itu kita juga akan mendapatkan pengetahuan mengenai hewan-hewan ternak juga. 

Editor : Hendra
#anime #manga