JawaPos.com - Timbunan sampah menutupi aliran sungai Kali Angke di RW 07, Perumahan Nusa Loka BSD, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan. Menindaklanjuti itu, Pemkot Tangsel akan melakukan pemasangan bronjong di aliran kali tersebut.
Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, pihaknya bersama dengan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSABMBK) Kota Tangsel dan jajarannya melihat secara langsung aliran Kali Angke yang dilaporkan oleh warga adanya penyumbatan akibat sampah dan kayu-kayu bambu yang menumpuk di sepanjang aliran sungai Kali Angke.
Penyumbatannya cukup parah, dikhawatirkan bila tidak ditangani akan terjadi penumpukan yang lebih parah lagi sehingga menyumbat saluran air pada saat hujan turun.
"Jadi kami melalui DSABMBK langsung melakukan perpihan. Insyallah dalam beberapa hari ke depan kita akan melakukan perapihan, mengambil sampah, di clearing area. Kami juga koordinasi dengan DLH, (Dinas Lingkungan Hidup)," kata Pilar saat meninjau lokasi (14/5).
Pilar menyampaikan, setelah sampah dibersihkan dari Kali Angke lalu pihaknya akan melakukan pemasangan bronjong untuk sementara. Selanjutnya, pihaknya akan membangun turap di lokasi tersebut.
"Jadi kita pasang bronjong supaya tidak terjadi kelongsoran di titik yang spot rawan. Seperti yang disini itu spot rawan, khawatir akan semakin ambles kita akan lakukan pemasangan bronjong koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebagai pemilik kewenangan aliran sungai dan tepi sungai," terang Pilar.
Untuk mengantisipasi adanya timbunan sampah di saluran air di sungai, Pilar pun mengimbau masyarakat Tangsel untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di sungai. Sebab, masih banyak sekali sampah-sampah bahkan ada kain, plastik dan beberapa bekas perabotan rumah tangga.
"Ini nanti akan menyebabkan masalah, banjir dan sebagainya," ucapnya. Pilar menuturkan, untuk mencegah banjir, saat ini DSABMBK Kota Tangsel tengah melakukan berbagai upaya dengan normalisasi sungai dan anak sungai.
Pihaknya pun boordinasi dengan BBWS supaya aliran sungai berjalan lancar. "Di samping itu nanti juga ada pembangunan yang memang sudah kami targetkan di tahun ini dikerjakan, seperti turap, tandon air, folder air, pompa dan sebagainya. Insyallah kita benahi satu per satu titik-titik rawan banjir ini bisa kita tangani bersama sama," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSABMBK) Kota Tangsel Robbi Cahyadi menambahkan, sebetulnya untuk aliran Kali Angke dan Cisadane merupakan kewenangan BBWS. BBWS sudah menetapkan area konservasi di Tangsel.
"Memang alirannya alami seperti ini bantrannya. Jadi rumpun-rumpun bambu memang banyak, jadi jalau hujan pada jatoh. Kita rutin membersihkan beberapa titik. Kalau engga dibersihkan bisa banjir kehulunya, naik kan airnya. Kalau ketahan air bisa naik satu atau dua meter," imbuh Robbi.
Editor : Hendra