Jumat, 31 Juli 2026
Logo

Optimisme Masyarakat Melandai, Survei Bank Indonesia Ungkap Penurunan Indeks Keyakinan Konsumen

Rabu, 10 Jun 2026 | 20:53 WIB

Bank Indonesia.
Bank Indonesia.

 

JawaPos.com– Di tengah tekanan ekonomi global dan gejolak pasar keuangan yang masih berlangsung, tingkat optimisme masyarakat Indonesia mulai melandai.

 

Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Mei 2026 berada di level 120,9. Angka tersebut lebih rendah dibanding bulan sebelumnya, 129,6.

 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, keyakinan masyarakat Mei 2026 ditopang oleh ekspektasi terhadap prospek ekonomi yang dinilai masih positif.

 

”Optimisme tersebut terutama tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang meningkat menjadi 129,7 dari posisi 129,6 pada April 2026. Sebaliknya, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) turun menjadi 112,2 dari sebelumnya 116,5, meski masih berada di zona optimistis,” paparnya kemarin (10/6).

 

Kenaikan IEK terutama didorong membaiknya persepsi masyarakat terhadap peluang kerja dan kegiatan usaha. Indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja naik menjadi 128,1 dari 127,7 pada bulan sebelumnya. Sementara indeks ekspektasi kegiatan usaha meningkat menjadi 124,5 dari 124,1. Di sisi lain, ekspektasi penghasilan dalam enam bulan mendatang sedikit menurun menjadi 136,5 dari sebelumnya 136,9. 

 

Secara regional, peningkatan optimisme konsumen paling besar tercatat di Bandung, Manado, dan Bandar Lampung. Sebaliknya, penurunan keyakinan terjadi di Pontianak, Mataram, dan Banjarmasin.

 

”Berdasarkan kelompok pengeluaran, optimisme tertinggi berasal dari masyarakat dengan pengeluaran di atas Rp5 juta per bulan. Kelompok ini mencatat indeks ekspektasi penghasilan sebesar 138,2,” imbuhnya.

 

Sementara dari sisi usia, optimisme terhadap prospek penghasilan paling tinggi terlihat pada kelompok usia produktif. Kelompok usia 20-30 tahun mencatat indeks 142,6, diikuti usia 31-40 tahun sebesar 140,4 dan kelompok usia 41-50 tahun sebesar 135,9.

Editor : Hendra
Bagikan:

Artikel Terkait

BI Perkuat Strategi Triple Intervention untuk Jaga Rupiah, Transaksi Pasar Spot, NDF, dan DNDF Dioptimalkan

BI Perkuat Strategi Triple Intervention untuk Jaga Rupiah, Transaksi Pasar Spot, NDF, dan DNDF Dioptimalkan

Bank Indonesia (BI) memperkuat strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global. Bank sentral tidak lagi hanya mengandalkan suku bunga acuan.

Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Naik, OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan dalam Kondisi Sehat 

Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Naik, OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan dalam Kondisi Sehat 

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) menjadi 5,5 persen tidak membuat regulator khawatir terhadap kondisi industri keuangan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan sektor jasa keuangan.

Dolar AS Sempat Sentuh Rp. 17.500,  BI Yakin Tekanan Segera Reda

Dolar AS Sempat Sentuh Rp. 17.500, BI Yakin Tekanan Segera Reda

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI)  Destry Damayanti menjelaskan, selain faktor eksternal, BI mencermati meningkatnya kebutuhan dolar AS di dalam negeri yang bersifat musiman.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia