Minggu, 2 Agustus 2026
Logo

Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Naik, OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan dalam Kondisi Sehat 

Rabu, 10 Jun 2026 | 20:55 WIB
Otoritas Jasa Keuangan.
Otoritas Jasa Keuangan.

JawaPos.com – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) menjadi 5,5 persen tidak membuat regulator khawatir terhadap kondisi industri keuangan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan sektor jasa keuangan masih berada dalam kondisi sehat dan memiliki daya tahan yang kuat menghadapi tekanan eksternal maupun gejolak nilai tukar rupiah.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pihaknya menghormati langkah Bank Indonesia yang kembali menaikkan BI rate sebesar 25 basis poin sebagai upaya menjaga stabilitas rupiah.

”Kami menghargai semua upaya yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menstabilkan rupiah. Dalam konteks Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), kami bekerja sama sangat erat untuk mencermati situasi saat ini,” ujarnya di Jakarta (10/6).

Kiki, sapaan akrabnya, menjelaskan OJK terus melakukan asesmen terhadap dampak kenaikan suku bunga, terutama terhadap industri perbankan yang memiliki eksposur cukup besar terhadap pergerakan nilai tukar. Pemantauan dilakukan tidak hanya secara sektoral, tetapi juga lintas sektor guna mengantisipasi potensi risiko yang dapat menjalar ke industri keuangan lainnya.

Meski ketidakpastian global masih tinggi, OJK menilai kondisi sektor jasa keuangan nasional hingga saat ini tetap stabil. Karena itu, masyarakat dan pelaku pasar diminta tidak berlebihan merespons kenaikan suku bunga acuan. ”Namun tentu saja kami tidak lengah dan terus mencermati berbagai perkembangan yang ada,” tegasnya.

Pemulihan Pasar Domestik

Di sisi lain, OJK juga melihat tanda-tanda pemulihan mulai muncul di pasar keuangan domestik. Setelah sempat mengalami tekanan cukup dalam, pasar saham Indonesia mulai menunjukkan rebound seiring meredanya sentimen negatif global.

Menurut Kiki, sejumlah langkah yang ditempuh regulator dan pelaku pasar berpotensi menjadi katalis positif bagi pemulihan kepercayaan investor. “Kita kemarin cukup dalam turunnya, tetapi pada Selasa (9/6) Alhamdulillah sudah rebound. Beberapa hal yang menjadi perhatian investor juga sudah dijelaskan. Upaya buyback saham tanpa RUPS mulai diwacanakan sehingga kami berharap pasar bisa kembali pulih,” katanya.
Stabilitas Fondasi Ekonomi 

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menilai keputusan BI menaikkan suku bunga acuan merupakan langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, kenaikan suku bunga mencerminkan respons tegas bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah meningkatnya tekanan global. Tekanan tersebut antara lain dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah dan keluarnya sebagian dana investor asing dari pasar domestik.

“Stabilitas yang terjaga merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan aktivitas ekonomi, kepercayaan pelaku usaha dan masyarakat, serta penciptaan ruang pertumbuhan yang sehat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Editor : Hendra
Bagikan:

Artikel Terkait

Menkeu Purbaya: Danantara Hanya Pemberi Masukan di KSSK, Celios Ingatkan Risiko terhadap Independensi Bank Indonesia

Menkeu Purbaya: Danantara Hanya Pemberi Masukan di KSSK, Celios Ingatkan Risiko terhadap Independensi Bank Indonesia

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk pertama kalinya mengikuti rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Selasa (28/7). Meski demikian,

IHSG Rebound, Sentimen BI Mereda: Investor Tunggu Kepastian Pengganti Gubernur Bank Indonesia

IHSG Rebound, Sentimen BI Mereda: Investor Tunggu Kepastian Pengganti Gubernur Bank Indonesia

Tekanan terhadap pasar modal akibat isu pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mulai mereda. Setelah sempat terkoreksi selama tiga hari berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

BI Perkuat Strategi Triple Intervention untuk Jaga Rupiah, Transaksi Pasar Spot, NDF, dan DNDF Dioptimalkan

BI Perkuat Strategi Triple Intervention untuk Jaga Rupiah, Transaksi Pasar Spot, NDF, dan DNDF Dioptimalkan

Bank Indonesia (BI) memperkuat strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global. Bank sentral tidak lagi hanya mengandalkan suku bunga acuan.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia