JawaPos.com – Masjid Istiqlal menjadi salah satu tempat ibadah yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Kemegahan dan besarnya simbol yang diberikan membuat banyak orang terpukau dan ingin melihat langsung masjid yang menyimpan banyak sejarah sejak era Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Pembicaraan mengenai pembangunan masjid sudah dimulai sejak tahun 1944. Soekarno menerima usulan yang diberikan oleh para ulama dengan baik, hanya saja belum dapat dikerjakan karena Jepang yang masih menghuni Indonesia saat itu.
Ketika Indonesia sudah mendapatkan kemerdekaannya, mulailah pembicaraan itu kembali dibahas dengan serius pada tahun 1950 oleh Menteri Agama saat itu, Wahid Hasyim, dengan beberapa tokoh Islam. Pada pembicaraan tersebut, tercetuslah nama Istiqlal yang memiliki arti "Merdeka" dalam Bahasa Arab.
Perencanaan bentuk bangunan masjid turut menunjukkan kalau "Bhinneka Tunggal Ika" pantas dijadikan semboyan negara Indonesia. Saat Soekarno menginginkan diadakannya sayembara untuk desain bangunan, pilihan bentuk bangunan Masjid Istiqlal jatuh sebuah karya yang bermakna "ketuhanan".
Menariknya, desain yang dijadikan sebagai pemenang ternyata dibuat oleh F. Siliban yang menganut keyakinan Kristen Protestan. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah, justru Soekarno sangat menyukai karya Siliban karna menunjukkan sebuah masjid yang memberikan kesan kuat, canggih, dan megah.
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika juga ditunjukkan melalui letak Masjid Istiqlal yang berseberangan dengan Gereja Katedral. Dengan berdirinya dua bangunan megah yang berasal dari dua agama menunjukkan bahwa perbedaan antara keyakinan bukanlah suatu masalah, melainkan sebuah simbol kerukunan yang harus selalu dijaga.
Semenjak diresmikannya pada tahun 1978, Masjid Istiqlal menjadi tempat ibadah dengan lambang kemerdekaan yang tidak pernah sepi. Pengunjung dari segala wilayah Indonesia berdatangan untuk beribadah ataupun melihat langsung kemegahan tempat ibadah tersebut.
Bagi masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel) yang juga ingin melihat dan datang langsung ke Masjid Istiqlal. Berikut ini pilihan transportasi umum yang dapat digunakan untuk mencapai Masjid Istiqlal dengan cepat, tanpa macet, dan tarif yang ramah di kantong.
Pilihan Transportasi Umum Menuju Masjid Istiqlal
Tinggal di samping jantung Indonesia, membuat Tangsel memiliki beragam pilihan transportasi umum. Berikut ini dua pilihan transportasi yang dapat menghemat ongkos perjalanan dan mengantarkan masyarakat Tangsel dengan cepat ke Masjid Istiqlal.
1. Rute Kereta Commuter Line ke Masjid Istiqlal dari Tangsel
Menggunakan layanan Kereta Commuter Line dapat menjadi pilihan yang cepat bagi masyarakat Tangsel yang ingin menuju kawasan Jakarta tanpa macet dan ribet. Terlebih lagi, layanan Kereta Commuter Line juga sangat ramah di kantong, yaitu Rp3ribu jarak tempuh 25 kilometer dan Rp1ribu untuk 10 kilometer berikutnya.
- Naik Kereta Commuter Line dari stasiun terdekat dengan jalur Rangkasbitung Line, lalu turun di Stasiun Tanah Abang.
- Tiba di Stasiun Tanah Abang lanjutkan perjalanan dengan Kereta Commuter Line jalur Cikarang Line, lalu turun di Stasiun Manggarai.
- Pada Stasiun Manggarai pindah ke Kereta Commuter Line jalur Bogor Line, lalu turun di Stasiun Juanda.
- Keluar dari Stasiun Juanda, jalan sedikit menuju Masjid Istiqlal yang berjarak 1,1 kilometer dari stasiun.
2. Rute TransJakarta ke Masjid Istiqlal dari Tangsel
Transportasi umum TransJakarta turut siap mengantarkan masyarakat Tangsel ke kawasan Jakarta dengan cepat dan tarif yang sangat aman di kantong. Seberapa jauh jarak yang hendak ditempuh, menggunakan TransJakarta hanya perlu mengeluarkan ongkos Rp3,5ribu untuk sekali perjalanan. Bahkan TransJakarta juga dapat mengocek tarif Rp2ribu jika menggunakan layanannya sebelum pukul 07.00 WIB.
- Mulai perjalanan dari Halte Puri Beta atau halte yang terdapat pada jalur Koridor 13 (Puri Beta – Tegal Mampang), lalu turun di Halte Cakra Selaras Wahana (CSW) 1.
- Tiba di Halte CSW, jalan menuju Peron 3 untuk melanjutkan perjalanan dengan TransJakarta Koridor 1 (Blok M – Kota), lalu turun di Halte Bundaran Senayan.
- Pada Halte Bundaran Senayan tunggu TransJakarta Koridor 10H (Tanjung Priok – Bundaran Senayan), lalu turun di Halte Juanda.
- Keluar dari Halte Juanda, jalan sedikit menuju Masjid Istiqlal yang berjarak 400 meter dari halte.
3. Rute Kereta Commuter Line dan TransJakarta ke Masjid Istiqlal
Jika ingin mengunjungi Masjid Istiqlal sambil merasakan kedua transportasi umum, hal tersebut tentunya dapat dilakukan. Berikut ini rute yang dapat diambil bagi masyarakat Tangsel yang hendak pergi ke Masjid Istiqlal dengan dua layanan transportasi umum.
- Naik Kereta Commuter Line dari stasiun terdekat dengan jalur Rangkasbitung Line, lalu turun di Stasiun Kebayoran.
- Keluar dari Stasiun Kebayoran, lanjutkan perjalanan dengan Mikrotrans Jak. 11 (Tanah Abang – Kebayoran Lama), lalu turun di Jalan Palmerah I.
- Jalan sedikit dari Jalan Palmerah I menuju Halte Petamburan, tunggu TransJakarta Koridor 10H (Tanjung Priok – Bundaran Senayan), lalu turun di Halte Juanda.
- Keluar dari Halte Juanda, jalan sedikit menuju Masjid Istiqlal yang berjarak 400 meter dari halte.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah