JawaPos.com - Kota Tangerang Selatan yang resmi berdiri pada tahun 2008 sebagai hasil pemekaran Kabupaten Tangerang membutuhkan identitas khas agar mudah dikenali. Salah satu upaya untuk menciptakan identitas itu adalah dengan pembangunan landmark, seperti Tugu Pamulang di Kecamatan Pamulang.
Tugu ini berada di persimpangan Jalan Siliwangi, Pamulang, Kota Tangerang Selatan tepatnya di bundaran Pamulang yang letaknya di depan Universitas Pamulang. Namun, desain awal Tugu Pamulang menuai kritik dari masyarakat, termasuk yang sempat viral pada 2021 karena dinilai tidak mencerminkan identitas Tangerang Selatan.
Dari kritikan itu, akhirnya pemerintah mengadakan sayembara serta merevitalisasi Tugu Pamulang dan diresmikan kembali oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim pada 8 Januari 2022.
Lantas, bagaimana transformasi bentuk dan arti dari ornamen Tugu Pamulang? Mari simak penjelasannya di bawah ini.
1. Warna Tugu Pamulang
Warna Tugu Pamulang didominasi putih keperakan dengan kode QS3105, yang secara filosofis dikaitkan dengan Al-Quran Surat Luqman Ayat 5 yang berbunyi: "Merekalah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan-Nya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
Pewarnaan dominan putih pada Tugu Pamulang ini sangat terlihat pada seluruh bagian tugu terkecuali pada base-nya. Warna ini dipilih untuk mencerminkan kesucian dan mengikuti kaidah keislaman sesuai motto Kota Tangsel dan Banten.
Pada malam hari, tugu ini dihiasi lampu sorot biru dan kuning untuk menciptakan perpaduan nuansa dingin dan hangat, serta menghasilkan kesan netral dan menarik bagi pengunjung.
2. Bentuk Khas Tugu Pamulang
Tugu Pamulang yang sebelum direvitalisasi terlihat seperti sarang burung atau jaring-jaring rangka, sementara desain barunya lebih menarik dan terlihat seperti tugu yang menarik.
Bentuknya mirip dengan menara, terutama bagian atasnya yang menyerupai mahkota. Bagian dasar tugu ini yaitu lebar dan kokoh, terbuat dari besi untuk menyangga pilar-pilar yang ada. Pilar-pilar tersebut berjumlah enam dan melambangkan rukun Iman dalam agama Islam.
Bentuk pilar terinspirasi dari layar perahu yang digunakan oleh armada Kesultanan Demak. Bagian tengah tugu berbentuk gigi balang dengan lima baris ombak yang melambangkan lima rukun Islam.
Sementara itu, bagian atas tugu berupa kubah berbentuk biduk dengan mahkota yang menggambarkan tauhid, menyerupai menara Masjid Agung Demak.
3. Motif Khas Tugu Pamulang
Pada pilar-pilar Tugu Pamulang terdapat relief bunga melati sebagai simbol keterbukaan, serta motif batik yang melambangkan kebijaksanaan dan kelembutan.
Selain itu, motif tumpal batik juga hadir untuk menggambarkan harmoni masyarakat dan berfungsi sebagai penolak bala.
Motif mandalika dan tumpal yang digunakan dalam desain tugu ini, selain memiliki makna filosofis, juga menjadi ciri khas yang dapat dikenali dan dilestarikan sebagai budaya asli Banten dan Tangerang Selatan.
Editor : Candra Mega Sari