Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Tahu Bedanya Singkatan dan Akronim? Berikut Penjelasan dan Klasifikasi Singkatan Berdasarkan Jumlah Hurufnya

Ibnu Baihaqi • Sabtu, 9 November 2024 | 22:00 WIB
Ilustrasi seseorang sedang mempelajari atau membaca buku. (Dok. Prestige Online)
Ilustrasi seseorang sedang mempelajari atau membaca buku. (Dok. Prestige Online)
JawaPos.com - Seorang pakar sastra, Kridalaksana, menjelaskan bahwa akronim menggunakan gabungan huruf, suku kata atau kata untuk membentuk kata lain yang bisa dibaca, bertujuan untuk memendekkan suatu frasa, posisi atau nama lembaga. Contoh konkretnya adalah akronim Polisi Sektor yaitu Polres.
 
Akronim bertujuan untuk mempermudah penyebutan, dan sebagai media humor. Contoh akronim yang mengandung unsur humor misalnya Kuli, Kurang Libur. 
 
Akronim tidak boleh lebih dari tiga suku kata. Selain itu, keserasian huruf vokal dan konsonan sangat diperhatikan dalam akronim, demi mempermudah penyebutannya.
 
Baca Juga: Teliti Contoh dan Penjelasan Tentang Antonim Beserta Sifat-sifatnya dalam Pelajaran Bahasa Indonesia Sesuai KBBI
 
Lain halnya dengan akronim, singkatan cenderung sulit dibaca dan hanya bisa dieja per huruf. Contohnya adalah Dewan Perwakilan Rakyat, yang disingkat menjadi DPR. Singkatan juga tidak memiliki batasan jumlah huruf. 
 
Singkatan lebih kompleks karena terbagi menjadi sembilan klasifikasi, bergantung pada huruf yang digunakan untuk menyingkat.
 
Berikut sembilan klasifikasi singkatan menurut Kridalaksana, dilansir dari situs penerbit Deepublish:
 
1. Penggalan Huruf Pertama
Singkatan pada klasifikasi pertama menggunakan huruf pertama untuk menyingkat frasa. Contohnya: 
Rumah Sakit = RS 
Tentara Nasional Indonesia = TNI
 
2. Penggalan Huruf Pertama dengan Menghilangkan Kata Konjungsi dan Duplikasi
Singkatan ini hampir sama dengan yang pertama, namun terjadi penghilangan kata konjungsi maupun kata yang berulang. 
Misalnya:
TKPT = Tim Kerja Perempuan dan Tambang
 
3. Penggalan Huruf Pertama dengan Bilangan Berulang
Klasifikasi singkatan ini menggunakan huruf pertama yang diawali dengan angka. Biasanya digunakan untuk dua atau lebih kata dengan huruf awalan yang sama.
Contoh:
3M = Menguras, Menutup, Mengubur
 
4. Penggalan Dua Huruf Pertama
Selanjutnya adalah singkatan yang menggunakan dua huruf pertama.
Contohnya:
Nyonya = Ny
Kepala = Ka
Wakil = Wa
 
5. Penggalan Tiga Huruf Pertama
Kemudian ada singkatan menggunakan tiga huruf pertama.
Contoh:
Oktober = Okt
Februari = Feb
 
6. Penggalan Empat Huruf Pertama
Singkatan ini menjadi klasifikasi dengan penggalan huruf pertama terbanyak, yaitu menggunakan empat huruf pertama dari suatu kata. 
Contoh:  
September = Sept
 
7. Pengekalan Huruf Pertama dan Terakhir Kata
Selanjutnya adalah kata yang disingkat menjadi dua huruf, yaitu huruf pertama dan terakhir.
Contohnya:
Doktor = Dr
Insinyur = Ir
 
8. Pengekalan Huruf Pertama dan Ketiga
Kemudian ada klasifikasi singkatan yang menggunakan huruf pertama dan ketiga dari kata yang disingkat.
Contohnya:
Gunung = Gn
 
9. Pengekalan Huruf Pertama dan Terakhir dari Suku Kata Pertama, Lalu Huruf Pertama dari Suku Kata Kedua dan seterusnya
Ini cukup rumit untuk dijelaskan, klasifikasi ini sudah bisa dipahami hanya dari namanya, namun akan diberikan contoh supaya lebih mudah.
Contohnya
Kapten = Kpt
menjadi huruf pertama dalam suku kata pertama, dan menjadi huruf terakhir dari suku kata pertama. Sedangkan T adalah huruf pertama dari suku kata kedua.
Editor : Hendra
#singkatan #akronim #sastra