Kamis, 30 Juli 2026
Logo

9 WNI Diculik Israel, Indonesia Minta Bantuan Jordania dan Turki Karena Tak Punya Hubungan Diplomatik

9 WNI Diculik Israel, Indonesia Minta Bantuan Jordania dan Turki. (Dok. Antara)
9 WNI Diculik Israel, Indonesia Minta Bantuan Jordania dan Turki. (Dok. Antara)

JawaPos.com — Karena tak punya hubungan diplomatik dengan Israel, Indonesia meminta bantuan Jordania dan Turki terkait sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang dicegat dan diculik Israel. Jakarta meminta Amman dan Ankara menjadi mata serta telinga untuk memastikan keselamatan kesembilan orang yang ikut rombongan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), bagian dari Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla, tersebut.

Jordania dan Turki memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

“Kita minta kepada rekan-rekan kita Jordania dan Turki yang punya hubungan langsung (dengan Israel) untuk, pertama, memastikan kondisi rekan-rekan kita yang ditahan itu baik. Kemudian, mereka juga diperlakukan dengan baik," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di kompleks DPR/MPR Jakarta, kemarin (20/5).

Kapal-kapal misi kemanusiaan untuk Palestina yang mengangkut kesembilan WNI dan ratusan lainnya dari berbagai negara dicegat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Senin (18/5) dan Selasa (19/5) di perairan internasional, sekitar 250 mil laut dari pesisir Jalur Gaza. Awalnya, lima WNI—empat di antaranya jurnalis—yang diculik. Namun, kemudian dua lainnya juga bernasib sama.

Dan, kemarin Sugiono memastikan, kesembilan WNI tersebut dalam cengkeraman militer Negeri Yahudi. Semua tahanan dari rombongan misi kemanusiaan itu dikabarkan sudah dibawa ke Ashdod, kota di pesisir selatan Israel.

Ranah Hukum

Membebaskan warga negara di negara yang dengannya tak ada hubungan diplomatik diakui Sugiono menantang. Karena itu, selain diplomasi “jalur belakang”, pemerintah memutuskan untuk membawa ini ke ranah hukum dengan menyewa jasa sebuah pusat hukum hak asasi manusia terkemuka yang kerap menjadi duri dalam daging bagi kebijakan represif Israel.

"Kita sudah engage pengacara yang juga dipakai pada kasus-kasus sebelumnya," ujarnya, tanpa menyebut nama sang pengacara.

Sementara itu, anggota Freedom Flotilla Abdul Rahman al-Kahlout mengatakan, militer Israel telah menangkap 345 aktivis. Jumlah itu baru dari 39 kapal yang berpartisipasi. Padahal, total kapal yang disergap 50 unit dari keseluruhan 61 kapal.

Bantuan Disita

Terpisah, Ketua Umum Forum Zakat Wildhan Dewayana membenarkan, dua WNI terakhir yang berada dalam Kapal Kasr-1 Sadabat turut diculik militer Israel pada Selasa (19/5) sekitar pukul 21.00 WIB. Dengan demikian, ada sembilan WNI yang diculik.

Tak hanya itu, seluruh bantuan medis, pangan, dan logistik yang dibawa menuju Gaza, Palestina, juga disita. Di dalamnya terdapat pula titipan dari rakyat Indonesia.

Editor : Hendra
Bagikan:

Artikel Terkait

Presiden Palestina Mahmoud Abbas Desak Israel Hentikan Kekerasan di Tepi Barat

Presiden Palestina Mahmoud Abbas Desak Israel Hentikan Kekerasan di Tepi Barat

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak Israel menghentikan kekerasan di Tepi Barat dan meminta dunia menekan Tel Aviv mengakhiri operasi militer.

Selat Hormuz Ditutup Lagi usai Gencatan Senjata AS dan Iran, Eskalasi Israel-Lebanon Picu Ketegangan Global

Selat Hormuz Ditutup Lagi usai Gencatan Senjata AS dan Iran, Eskalasi Israel-Lebanon Picu Ketegangan Global

Selat Hormuz Ditutup Lagi Beberapa Saat usai Gencatan Senjata AS dan Iran, Eskalasi Israel-Lebanon Picu Ketegangan Global

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia