Jumat, 17 Juli 2026
Logo

BMKG Sebut El Nino Sudah Masuk Indonesia, Tapi Ancaman Hujan Ekstrem Belum Pergi

Hujan mengguyur Jakarta. BMKG menyebut El Nino mulai masuk Indonesia. (Hendra/Jawa Pos)
Hujan mengguyur Jakarta. BMKG menyebut El Nino mulai masuk Indonesia. (Hendra/Jawa Pos)

JawaPos.com – Berdasarkan data iklim global, Indonesia kini sudah menapak masuk ke dalam fase kondisi El Nino. Namun, alih-alih dihadapkan pada kemarau kering kerontang seketika, ancaman badai dan hujan ekstrem ternyata masih terus mengintai.

Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdani mengatakan, pemanasan permukaan bumi yang intensif akibat minimnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari telah mendongkrak suhu ke titik ekstrem.

"Pada periode 14-17 Mei 2026, suhu maksimum di atas 35,0°C hingga 36,0°C teramati di sejumlah wilayah, membentang dari Sumatra Utara, Jawa, Kalimantan, hingga Papua Barat," jelas Andri kemarin (21/5). 

Namun, dalam ilmu meteorologi, panas terik bisa jadi bahan bakar. Suhu yang mendidih ini menguapkan air dalam jumlah besar, yang pada gilirannya mendukung proses pembentukan awan konvektif secara masif pada sore hingga malam hari.

"Hasilnya, hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem yang sporadis membasahi berbagai daerah," paparnya.

Di atas kertas, lanjutnya, indikator global sudah memastikan kehadiran El Nino. Indeks Southern Oscillation Index (SOI) telah terjun ke angka -7,4, diiringi indeks NINO 3.4 yang merangkak naik ke level +0,52.
Lantas, mengapa hujan lebat enggan pergi?

Jawabannya terletak pada "bala bantuan" cuaca yang tengah mengepung atmosfer Indonesia. Meskipun El Nino mencoba mengeringkan uap air, serangkaian dinamika atmosfer justru aktif memompa awan hujan.

Kondisi Kering

Pada periode 22–25 Mei 2026, siaga hujan sedang masih mengepung wilayah Sumatra, se-perti Aceh, Riau, Jambi, Sumsel, Bengkulu, dan Lampung. Untuk Jawa meliputi Jabar, Jateng, dan Jatim.

Terpisah, peneliti atmosfer BRIN Prof. Erma Yulihastin mengatakan, dampak El Nino bakal dirasakan mulai Juni sampai Agustus. Puncaknya pada September sampai November berupa kondisi yang sangat kering.

"Bagaimana setelah November, masih terlalu jauh. BMKG pasti akan melaporkan prakiraan cuaca, termasuk kondisi curah hujan, untuk periode 19 harian," katanya. 

Editor : Hendra
Bagikan:

Artikel Terkait

BMKG Tangsel Imbau Masyarakat Waspada! Potensi Hujan Lebat hingga 13 April 2026

BMKG Tangsel Imbau Masyarakat Waspada! Potensi Hujan Lebat hingga 13 April 2026

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Tangerang Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat di Provinsi Banten pada periode 08 – 13 April 2026.

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Petani Diminta Sesuaikan Jadwal Tanam Akibat Munculnya El Nino

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Petani Diminta Sesuaikan Jadwal Tanam Akibat Munculnya El Nino

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan indeks El Niño–Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada pada angka -0,28 atau fase netral.

Waspada Banjir Rob! BPBD DKI Jakarta Keluarkan Peringatan Dini, Berikut Wilayah yang Berpotensi Terdampak

Waspada Banjir Rob! BPBD DKI Jakarta Keluarkan Peringatan Dini, Berikut Wilayah yang Berpotensi Terdampak

BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan akan terjadi mulai hari ini.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia