Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Demi Dongkrak Ekonomi Nasional, KH Marsudi Syuhud Inginkan Inkopontren Bisa Cetak Banyak Santripreneur 

Rabu, 20 Mei 2026 | 22:11 WIB
Ketua Umum Inkopontren, KH Marsudi Syuhud (kanan) menargetkan pihaknya akan mencetak banyak santripreneur demi mendongkrak ekonomi nasional. (Dok. Inkopontren)
Ketua Umum Inkopontren, KH Marsudi Syuhud (kanan) menargetkan pihaknya akan mencetak banyak santripreneur demi mendongkrak ekonomi nasional. (Dok. Inkopontren)

JawaPos.com - Ketua Umum Inkopontren, KH Marsudi Syuhud menargetkan pihaknya akan mencetak banyak santripreneur demi mendongkrak ekonomi nasional. 

Wakil Ketua Umum MUI ini mengungkapkan, jumlah pondok pesantren di Indonesia sekarang ini sebesar 42 ribu. Jika potensi besar ini dapat dioptimalkan, maka dampak ekonominya akan sangat luar biasa bagi kemandirian bangsa.

"Kita ingin lulusan pondok pesantren menjadi penggiat ekonomi. Negara yang kuat adalah negara yang memiliki jumlah entrepreneur atau pengusaha yang besar," ungkap Kiai Marsudi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Inkopontren di Gedung Smesco Indonesia, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026). 

Kiai Marsudi menekankan pentingnya mendongkrak rasio pengusaha di Indonesia yang saat ini populasinya hampir menyentuh 300 juta jiwa. Kiai Marsudi menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan nilai luhur dalam ajaran Islam. 

"Ini adalah ajaran agama kita, bagaimana kita bisa menjadi pembayar zakat terbesar, pemberi sedekah (shadaqah) terbesar, dan pembayar pajak terbesar untuk negara," tambahnya dalam keterangan pers tertulis.

Lebih lanjut, Kiai Marsudi menjelaskan bahwa insan pesantren sejatinya adalah para intelektual yang sudah dibekali ilmu ekonomi syariah mumpuni. Sepertiga dari isi kitab-kitab turats (kitab kuning) yang dipelajari di pesantren membahas tentang muamalah (tata cara berkegiatan ekonomi).

Dalam implementasinya, Inkopontren kini telah menjalin kerja sama nyata dengan Koperasi Merah Putih untuk memajukan ekonomi rakyat. Pesantren diarahkan untuk mengaplikasikan konsep entrepreneurship secara riil agar tidak sekadar menjadi pekerja, melainkan menjadi pemilik usaha (bos) yang mampu membuka lapangan pekerjaan.

"Yadul ulya khairum min yadis sufla (tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah). Menjadi pengusaha yang memberdayakan banyak karyawan itu jauh lebih baik," tegasnya.

Kiai Marsudi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus mendukung ekosistem usaha di lingkungan pesantren. Saat ini, lini bisnis Inkopontren terus menunjukkan tren positif di berbagai sektor.

Kegiatan ini mengusung tema "Modernisasi Koperasi Pondok Pesantren: untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan Kesejahteraan Rakyat."

Editor : Hendra
Bagikan:

Artikel Terkait

MUI Usulkan Tak Perlu Ada Pengurangan Subsidi Haji, IPHI Minta Pemerintah Fokus ke Layanan Jemaah

MUI Usulkan Tak Perlu Ada Pengurangan Subsidi Haji, IPHI Minta Pemerintah Fokus ke Layanan Jemaah

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah M. Cholil Nafis menyampaikan, sejatinya tidak tepat menggunakan istilah subsidi biaya haji. Sebab, tidak ada sepeser pun dana APBN untuk mengurangi biaya haji

MUI Serukan Stop Perang, Desak Dunia Tegakkan Keadilan

MUI Serukan Stop Perang, Desak Dunia Tegakkan Keadilan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan penghentian perang dan penegakan keadilan global. Seruan itu disampaikan melalui taujihat terkait agresi militer yang terjadi di berbagai kawasan, khususnya Timur Tengah.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia