JawaPos.com – Sama pentingnya seperti ilmu Sains dan Teknologi (Saintek), ilmu Sosial dan Humaniora (Soshum) juga selalu relevan seiring dengan perkembangan hidup manusia. Soshum setara dengan saintek dalam kontribusinya terhadap pemecahan masalah, sehingga keduanya saling melengkapi satu sama lain.
Namun, di media sosial sering terjadi perdebatan mengenai rumpun ilmu yang lebih berguna. Tak sedikit orang yang meremehkan soshum karena dianggap kurang aplikatif dan tidak menghasilkan sesuatu yang berarti terhadap tatanan hidup.
Pemikiran tersebut jelas salah karena baik saintek maupun soshum memiliki dinamika masing-masing. Tanpa pemahaman mendalam soal sosial dan humaniora, perkembangan teknologi pun bisa berdampak buruk, misalnya seperti terjadi ketimpangan sosial atau krisis identitas.
Pengekspresian Diri dan Kreativitas
Dengan belajar soshum, individu bisa mengembangkan jiwa kreatif sekaligus wujud pengekspresian diri. Profesi soshum yang selaras dengan poin ini seperti fotografer, penulis, penyair, pekerja seni, dan lain sebagainya.
Wawasan yang Mendalam tentang Aspek Kehidupan
Soshum dapat mendorong individu untuk berpikir secara komprehensif. Individu yang belajar soshum cenderung memiliki pandangan yang luas soal kehidupan. Hal ini mencakup pemahaman tentang sosial, budaya, dan pola pikir manusia.
Berpartisipasi Langsung kepada Masyarakat
Belajar soshum memberikan kesempatan individu untuk berkontribusi secara langsung dalam memahami sekaligus mengatasi isu sosial yang ada di masyarakat. Dengan begitu, soshum membawa pengaruh yang berarti dalam perubahan-perubahan.
Analitis terhadap Masalah
Tidak hanya memahami, ilmu-ilmu dalam rumpun soshum dapat mengasah kemampuan analitis terhadap suatu masalah. Soshum mengajarkan bagaimana cara menganalisis yang mendalam dan bertahap, sehingga solusi yang didapatkan bersifat kritis.
Editor : Hendra