JawaPos.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama taksi Green SM Indonesia menggelar pelatihan peningkatan kemampuan bagi para pengemudi taksi tersebut guna meningkatkan keselamatan berlalu lintas dan profesionalitas pengemudi.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan pelatihan yang digelar di di Indonesia Safety Driving Center (ISDC) Pusdik Lantas Polri di Serpong Utara, Tangerang Selatan itu merupakan upaya dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di jalan raya.
"Kerja sama peningkatan kemampuan pengemudi ini penting karena apa pun persoalan di jalan itu harus selamat. Oleh sebab itu, Korlantas Polri dengan manajemen Green SM Indonesia melakukan pelatihan. Ini bagian daripada bagaimana meningkatkan profesionalitas pengemudi karena aspek pengemudi ini penting," katanya dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Harapan Zero Accident
Ia mengatakan pengemudi memiliki peran besar dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Agus pun mengharapkan pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan kepatuhan berlalu lintas dan mendorong terciptanya target zero accident.
"Semoga dengan pelatihan ini para pengemudi akan tertib, patuh terhadap lalu lintas, dan betul-betul profesional dalam mengemudikan kendaraan. Tentunya bisa melayani masyarakat dengan baik. Semoga ini bisa menjadi percontohan," ucapnya.
Lebih lanjut, jenderal polisi bintang dua itu mengatakan Korlantas juga menargetkan pelatihan bagi 7.000 pengemudi pada tahap awal sebagai upaya meningkatkan kemampuan berkendara.
"Dengan kemampuan mengemudi yang profesional tentunya akan mengurangi bahkan menuju zero accident. Ini yang diharapkan karena salah satu tugas pokok Polri, khususnya Korlantas adalah bagaimana mewujudkan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar," ucapnya.
Sementara itu, Managing Director Green SM Indonesia Deny Tjia mengapresiasi kolaborasi pelatihan pengemudi bersama Korlantas Polri.
Menurutnya, keselamatan menjadi prioritas utama perusahaan dalam menjalankan layanan transportasi.
"Ini merupakan pionir bagaimana kerja sama pihak swasta dengan institusi publik. Green SM Indonesia juga menyadari bahwa keselamatan menjadi prioritas utama," katanya.
Untuk diketahui, peristiwa taksi listrik Green SM sempat terhenti di tengah rel kereta hingga tertabrak atau tertemper KRL mengawali kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur.
taksi Green SM itu awalnya terhenti di tengah rel kereta api yang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Taksi lalu tertemper KRL yang melaju dari Cikarang ke arah Jakarta. KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi itu terhenti di tengah rel.
Editor : Hendra