JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) berharap kolaborasi dengan penggiat dan komunitas media sosial dapat menjadi garda terdepan dalam mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat sekaligus menghalau maraknya informasi yang salah di ruang digital.
Harapan tersebut disampaikan Kepala Diskominfo Kota Depok, Manto, saat menghadiri kegiatan Depok 24 Jam Festival yang melibatkan pelaku UMKM serta penggiat budaya. Menurutnya, keberadaan komunitas media sosial kini tidak lagi sebatas ruang ekspresi digital, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem informasi yang sehat.
“Pada prinsipnya, kita Pemkot Depok dengan tangan terbuka menyambut baik dengan adanya kegiatan ini,” ujar Manto.
Dia menilai, komunitas yang selama ini aktif di media sosial memiliki potensi besar untuk menjadi mitra pemerintah dalam menyebarkan informasi yang benar, cepat, dan mudah diakses masyarakat.
“Ini salah satu contoh dimana teman-teman yang biasanya giat bermedia sosial bisa berinovasi. Berinovasi dalam arti membantu warga mendapatkan berita yang akurat, update,” jelasnya.
Selain berperan dalam penyebaran informasi, Manto juga menyoroti kontribusi komunitas media sosial dalam membantu promosi produk pelaku UMKM. Melalui media sosial, jangkauan pemasaran produk lokal dinilai semakin luas dan tepat sasaran.
“Di samping itu juga berinovasi untuk membantu para UMKM, bisa dilihat banyak dibantu oleh teman-teman Depok 24 jam dalam mempromosikan produk, itu salah satu,” tambahnya.
Lebih lanjut, Diskominfo Depok berharap kolaborasi dengan komunitas media sosial dapat menjadi jembatan komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam menyampaikan aspirasi maupun keluhan warga.
“Terus yang kedua, kami pun dalam hal ini Pemerintah Kota Depok juga berharap bisa berkolaborasi. Dalam arti bisa sebagai feedback bagi kami, dalam arti evaluasi-evaluasi bisa disampaikan kepada kami terkait masalah keluhan-keluhan oleh masyarakat,” ungkap Manto.
Dia juga mengakui, pemerintah memiliki keterbatasan sumber daya dalam menjangkau seluruh aspirasi masyarakat secara langsung. Karena itu, peran komunitas digital dinilai sangat membantu dalam menyerap berbagai persoalan publik yang berkembang di masyarakat.
“Karena bagaimanapun juga mungkin kita kekurangan tenaga, kemudian juga personel dalam menampung aspirasi masyarakat,” katanya.
Manto menegaskan, kerja sama antara pemerintah dan komunitas media sosial sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk mempercepat arus informasi, tetapi juga sebagai upaya bersama dalam menangkal hoaks dan informasi menyesatkan di ruang digital.
“Jadi artinya kerjasama ini sangat kami butuhkan. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada komunitas yang sudah menyelenggarakan ini,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, selain pelaku UMKM, para penggiat budaya turut dilibatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kreatif sekaligus memperluas jangkauan informasi positif di Kota Depok.(bry)
Editor : Hendra