Menurut keterangan Vatikan pada Senin (17/2), hasil pemindaian CT dada menunjukkan adanya pneumonia di kedua paru-parunya, yang memerlukan terapi obat lebih lanjut.
Melansir dari Politico, Rabu (18/2), dilaporkan bahwa Paus mengalami "rasa sakit yang intens" dan telah mengungkapkan kekhawatirannya secara pribadi tentang kemungkinan tidak dapat bertahan dari penyakit ini.
Karena kondisi kesehatannya yang memburuk, Paus telah membatalkan sejumlah agenda, termasuk doa Angelus Minggu, dan kini berada dalam pengawasan ketat tim medis.
Baca Juga: JYP Entertainment Ungkap Kondisi Felix Stray Kids Setelah Insiden Kecelakaan Mobil
Infeksi Polimikroba dan Dampaknya pada Kesehatan Paus
Kesehatan Paus Fransiskus kian mengkhawatirkan setelah dokter mengonfirmasi pneumonia bilateral dan infeksi polimikroba pada saluran pernapasannya. Infeksi polimikroba adalah kondisi di mana paru-paru terinfeksi oleh lebih dari satu jenis mikroorganisme, seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Hal ini dapat menyebabkan peradangan parah dan penumpukan cairan di paru-paru, sehingga mempersulit proses pernapasan.
Dr. Maor Sauler, spesialis pulmonologi di Yale University School of Medicine, menjelaskan bahwa keberadaan lebih dari satu organisme dalam paru-paru bisa membuat pengobatan lebih kompleks. "Ketika seseorang mengalami infeksi polimikroba, dokter harus menyesuaikan pengobatan agar dapat menargetkan semua jenis patogen yang ada," ujarnya, dikutip dari CBS News, Rabu (19/2).
Sementara itu, Dr. Nick Hopkinson dari Asthma + Lung UK menambahkan bahwa meskipun antibiotik dapat mengobati pneumonia, efektivitasnya sangat bergantung pada respons sistem imun pasien. "Pada seseorang yang berusia 88 tahun seperti Paus Fransiskus, kondisi ini menjadi lebih serius karena sistem kekebalan tubuhnya tidak sekuat dulu," katanya.
Langkah-Langkah Medis dan Pemulihan Paus Fransiskus
Tim medis di Rumah Sakit Gemelli kini berfokus pada pengobatan yang lebih spesifik untuk menangani infeksi polimikroba yang diderita Paus. Selain pemberian antibiotik yang ditargetkan, pengobatan juga mencakup terapi suportif seperti oksigen dan fisioterapi dada untuk membantu mengeluarkan cairan dari paru-parunya.
Meski belum ada kepastian mengenai berapa lama masa perawatannya, para dokter akan terus memantau perkembangannya dalam beberapa hari ke depan.
Dr. Peter Openshaw dari Imperial College London menegaskan bahwa infeksi semacam ini bisa sulit ditangani, terutama pada pasien dengan riwayat masalah paru-paru. "Jika pengobatan yang diberikan tepat sasaran, Paus bisa mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam waktu dekat. Namun, kita masih harus menunggu dan melihat perkembangan selanjutnya," tuturnya.
Mempercepat Reformasi di Tengah Kondisi yang Memburuk
Namun, di tengah kesehatannya yang menurun, Paus Fransiskus tetap berupaya memperkuat warisan progresifnya. Pada Jumat lalu, ia mencatat sejarah dengan menunjuk Suster Raffaella Petrini sebagai Gubernur Vatikan perempuan pertama.
Selain itu, awal Februari, ia memperpanjang masa jabatan Kardinal Giovanni Battista Re sebagai dekan College of Cardinals, yang memiliki peran penting dalam persiapan pemilihan paus baru. Langkah ini menunjukkan upayanya memastikan agenda reformasi tetap berjalan, bahkan jika konklaf untuk memilih penggantinya harus segera dilakukan.
Seorang pejabat Vatikan mengungkapkan, "Persiapan menjelang konklaf sangat penting karena di situlah lobi-lobi terjadi." Meskipun Paus Fransiskus mungkin dapat pulih dari infeksi ini, banyak yang melihat situasi ini sebagai titik krusial dalam kepemimpinannya.
"Ia mungkin tidak meninggal sekarang, tetapi tentu saja suatu hari nanti. Kita semua akan meninggal, dan ia adalah pria berusia 88 tahun dengan masalah paru-paru," ujar pejabat lainnya, dikutip dari Daily Express.
Pesan Paus dan Dukungan dari Publik
Meskipun dirawat di rumah sakit, Paus Fransiskus tetap menyampaikan pesan kepada umat Katolik dan komunitas global. Dalam pernyataan resmi Vatikan pada Senin, disebutkan bahwa Paus merasa tersentuh oleh banyaknya pesan dukungan yang diterimanya.
"Paus Fransiskus tersentuh oleh banyaknya pesan kasih dan perhatian yang ia terima dalam beberapa jam terakhir. Secara khusus, ia ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka yang juga sedang dirawat di rumah sakit atas doa dan dukungan mereka," demikian pernyataan Vatikan.
Dari tempat tidurnya, Paus juga menyampaikan permintaan maaf karena tidak dapat menyambut para peziarah dan seniman yang datang ke Roma untuk menghadiri acara kebudayaan. "Saya ingin berada di antara kalian, tetapi seperti yang kalian ketahui, saya masih harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Gemelli," kata Paus.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para dokter dan tenaga medis di rumah sakit ini atas dedikasi mereka. Mereka menjalankan tugas yang sangat berharga dan melelahkan."
Kondisi kesehatan Paus Fransiskus terus menjadi perhatian global, terutama mengingat usianya yang lanjut dan riwayat kesehatannya. Dengan perawatan intensif yang sedang dijalaninya, dunia kini menantikan kabar terbaru mengenai perkembangan kesehatannya dalam beberapa hari ke depan.
Editor : Candra Mega Sari