JawaPos.com – Blake Lively mengambil tindakan hukum terhadap lawan mainnya sekaligus sutradara It Ends with Us, Justin Baldoni, atas dugaan pelecehan seksual selama pembuatan film yang rilis Agustus lalu. Itu terjadi beberapa bulan setelah rumor mengenai ketegangan di balik layar kali pertama mencuat.
Dalam pengaduan yang diajukan ke Departemen Hak Sipil California, AS, Lively, 37, mengaku mengalami tekanan emosional yang mendalam atas perilaku Baldoni, 40, terhadapnya. ”Blake mendapat balasan karena menyuarakan keprihatinannya tentang pelecehan seksual dan perilaku tidak pantas lainnya yang dia alami di lokasi syuting film,” ujar perwakilan Lively dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya, diadakan pertemuan untuk mengatasi kegusaran Lively. Pertemuan itu dihadiri stakeholder film tersebut dan suami Lively, aktor Ryan Reynolds. Lively mengemukakan tuntutan spesifik pada pertemuan tersebut untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan profesional.
Di antaranya, tidak boleh lagi memperlihatkan video atau gambar perempuan telanjang kepada Blake, membicarakan tentang penaklukan seksual di depan Blake, menyebutkan alat kelamin pemain dan kru, serta membahas berat badan Blake dan ayah Blake yang sudah meninggal.
Lively kemudian mengklaim Baldoni dan perusahaan produksinya, Wayfarer Studios, terlibat dalam kampanye kotor untuk menghancurkan reputasinya. Anggota tim produksi dan orang-orang yang dikatakan terlibat dalam dugaan kampanye fitnah terhadapnya juga turut digugat. Lively menuntut ganti rugi yang tidak disebutkan jumlahnya.
Bryan Freedman, pengacara Baldoni dan perusahaan produksinya, Wayfarer Studios, membantah tuduhan tersebut. ”Klaim ini sepenuhnya salah, keterlaluan, dan sengaja dibuat cabul dengan maksud untuk menyakiti publik dan mengulang narasi di media,” kata pengacara Bryan Freedman dalam sebuah pernyataan. Sehari setelah pelaporan Lively, Baldoni didepak WME, agensi yang menaunginya.
Departemen Hak Sipil California, tempat Lively mengajukan pengaduan, memiliki waktu 60 hari untuk memutuskan apakah mereka akan menyelidiki kasus tersebut. ”Saya berharap tindakan hukum ini dapat mengungkap taktik pembalasan yang jahat untuk menyakiti orang-orang yang speak up tentang pelanggaran. Dan, membantu melindungi orang lain yang mungkin menjadi sasaran,” kata Lively kepada Times.
Film It Ends with Us merupakan adaptasi dari novel karya Colleen Hoover yang telah dirilis pada Agustus dan melampaui ekspektasi box office dengan debut USD 50 juta. Namun, perilisan film tersebut diselimuti spekulasi mengenai perselisihan antara pemeran utamanya hingga tuduhan Lively mencuat.
Hoover memberikan dukungan kepada Lively. ”Kamu jujur, baik hati, suportif, dan sabar sejak kali pertama kita bertemu,” tulis Hoover dalam unggahan di Instagram Story, diikuti foto mereka berdua saat pemutaran film. (People/ABC/lai/c7/nor)
Editor : Hendra