JawaPos.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menanggapi santai rencana digelarnya muktamar luar biasa (MLB) oleh Presidium Penyelamat Organisasi dan Muktamar Luar Biasa NU (PO & MLB NU). PBNU menganggap manuver itu sebagai guyonan belaka.
Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi menilai MLB NU itu sebagai lelucon karena dari hasil pengecekan pihaknya, tidak ada cabang NU yang mendukung kegiatan tersebut. ”Mereka kan bikin acaranya itu dengan Zoom, daring, kan aneh. Ini organisasi besar. Ini organisasi mapan,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos (20/12).
Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PBNU, MLB bisa dilakukan jika lebih dari 50 persen pengurus cabang atau wilayah mendukung. Gus Fahrur menantang pihak yang menggelar MLB membuktikan dukungan tersebut.
Dia menduga manuver itu hanyalah pembentukan opini. Tujuannya, mendegradasi atau membuat opini bahwa kepemimpinan ketua umum PBNU yang sekarang, Yahya Cholil Staquf, tidak solid.
Dikonfirmasi terpisah soal wacana MLB NU, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tak banyak memberikan tanggapan. Dia seolah tak mau dikaitkan dengan isu yang tengah ramai belakangan.
”Wah, saya enggak ikut-ikut,” ujar pria yang juga menjabat menteri koordinator bidang pemberdayaan masyarakat itu saat ditemui seusai meneken nota kesepahaman dengan para rektor perguruan tinggi di Universitas Negeri Surabaya kemarin (20/12).
Terus Berjalan
Sementara itu, Panitia Pelaksana Pra-MLB NU KH Mas Maftuh memastikan persiapan menuju MLB terus berjalan. Kemarin mereka meminta doa restu ke puluhan kiai di Jatim dan Jateng sekaligus ziarah ke Makam Sunan Ampel di Surabaya.
”Jadi, saat ini masih pra-MLB. Kiai sepuh kami datangi untuk meminta doa ke mereka. Namun, kami tidak bisa menyebutkan siapa saja yang kami datangi hari ini (kemarin, Red). Bahkan kami tidak berfoto bersama,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos.
Rangkaian kegiatan kemarin diakhiri dengan ziarah ke Makam Sunan Ampel. Maftuh menambahkan, perwakilan PWNU dari 32 provinsi yang mendukung MLB juga datang. Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, konferensi itu akan digelar di Denanyar, Jombang, pada Januari 2025.
Sebelumnya, panitia MLB juga menggelar focus group discussion (FGD) pada 17 Desember lalu. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid itu diikuti hampir semua perwakilan PWNU seluruh Indonesia. ”Peserta FGD menilai kinerja PBNU berada di luar garis yang ditentukan sehingga dikhawatirkan menyebabkan NU kehilangan jiwa dan kepribadiannya,” terangnya. (far/mia/gal/c19/ttg)