JawaPos.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengukuhkan lima profesor riset di Jakarta kemarin (19/11). Salah satunya adalah Muhammad Nasir, dengan kepakaran di bidang nanofiber komposit. Dalam pengukuhannya sebagai profesor riset, Nadir membawakan orasi ilmiah berjudul Serat Nano (Nanofiber) Multifungsi untuk Mendukung Kelestarian Lingkungan.
Dia mengatakan pengolahan nanofiber atau serat nano banyak sekali aplikasi atau penerapannya. Diantaranya dalam proses daur ulang sampah plastik. Menurutnya pengolahan sampah palstik menjadi nanomaterial membawa nilai ekonomi lebih.
"Diantaranya untuk pencegahan terbentuknya mikroplastik," tuturnya. Nasir mengatakan pengolahan sampah plastik menjadi nanomaterial juga bisa menurunkan emisi gas karbon dioksida.
Dia mengatakan penemuan penting sudah banyak dihasilkan dari teknologi tersebut. Seperti nanoseparator baterai dengan kestabilan termal tinggi di bidang energi. Kemudian wound healing berbasiskan biodiversitas Indonesia di bidang kesehatan. Serta nanofilter untuk nanomasker yang sudah diujikan saat pandemi Covid-19 lalu. (wan/bas)