JawaPos.com – PLN Nusantara Power (PLN NP) terus menggenjot kinerja energi baru terbarukan (EBT). Misalnya, teknologi hidrogen. Salah satu subholding pembangkitan PLN itu meneruskan komitmen untuk mengeksplor potensi energi tersebut.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menjelaskan, hidrogen hijau merupakan salah satu inisiatif yang dikerjakan untuk mendukung energi bersih. Sebagai pionir, PLN NP meluncurkan inovasi hidrogen yang dihasilkan oleh PLTGU Muara Karang untuk dikembangkan menjadi green hydrogen pertama di Indonesia.
PLN NP juga berhasil melakukan perkembangan inovasi pada bidang transportasi dengan menghadirkan mobil listrik hybrid berbahan bakar hidrogen hijau pertama di Indonesia. ”Mobil listrik hybrid ini merupakan hasil inovasi PLN NP dengan ITS yang bekerja menggunakan fuel cell battery. Perpaduan antara fuel cell dengan baterai dapat memampukan mobil hybrid ini untuk mencapai jarak tempuh maksimal hingga 270 kilometer,” jelasnya (14/11).
Ruly mengatakan, inovasi memang sangat penting dalam mendorong energi terbarukan. Karena itu, pihaknya juga rajin menggelar konvensi seperti Electricity Connect 2024. Dalam gelaran tersebut, PLN NP akan menampilkan inovasi perusahaan dalam solusi bisnis hijau, pembangkit listrik, serta ekosistem hidrogen. Lalu, mereka bertukar pikiran untuk bisa mendapatkan terobosan yang baru.
”Selama delapan tahun, kami sudah menggelar konvensi sebagai wadah penting berbagai pemangku kepentingan untuk berdiskusi dan berkolaborasi. Tahun ini inisiatif tersebut akan diperbesar melibatkan seluruh entitas PLN,” paparnya.
Saat ini PLN NP telah mengelola banyak pembangkit listrik EBT. Misalnya, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang tersebar di seluruh Indonesia. Total kapasitas dari energi air di jaringannya mencapai 1.989 mw. Selain itu, ada pembangkit tenaga listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas sebesar 243,48 mw.
Dengan kemampuan tersebut, Rully menyebut perseroan berhasil memperdagangkan 311.957 ton CO2. Jumlah itu sekitar 19,7 persen dari total 1,6 juta karbon yang dimiliki. ”Unit karbon yang dimiliki oleh PLN NP adalah yang terbanyak di Indonesia,” katanya. (bil/fal)
Editor : Hendra