JawaPos.com - Menjalankan puasa Ramadhan bukan hanya soal menahan haus dan lapar, tapi juga melatih kesabaran. Sayangnya, kurang tidur dan perut kosong sering kali membuat kita lebih mudah tersinggung.
Jangan khawatir, merasa lebih sensitif itu manusiawi karena tubuh kita sedang melakukan penyesuaian besar. Menjaga emosi tetap stabil adalah bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan mental dan pahala puasa.
Melansir dari institusi kesehatan terkemuka seperti Harvard dan NIH, menjaga mood bisa dilakukan dengan pengelolaan aktivitas yang tepat. Mari simak tips berikut agar hari-hari puasa kita terasa lebih tenang, produktif, dan harmonis.
Baca Juga: 7 Cara Ampuh Mengatasi Sakit Kepala saat Puasa agar Ibadah Tetap Lancar
1. Jaga Kadar Gula Darah Tetap Stabil
Perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi emosi. Saat kadar gula darah turun drastis, tubuh cenderung merasa lemas dan mudah tersinggung.
Menurut Harvard Medical School, fluktuasi gula darah dapat berdampak pada suasana hati dan energi. Oleh karena itu, sahur dengan nutrisi seimbang sangatlah penting.
Anda bisa pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal. Lalu bisa ditambahkan protein seperti telur, tempe atau ayam agar energi bertahan lebih lama.
Selain itu, hindari makanan terlalu manis saat berbuka sebab lonjakan gula darah yang cepat diikuti rasa lelah dan emosi tidak stabil.
2. Tidur yang cukup dan berkualitas
Kurang tidur pasalnya bisa membuat otak lebih sulit mengatur emosi. Selama Ramadhan, jadwal tidur sering berubah karena sahur dan tarawih.
Sleep Foundation menyebutkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan respons emosional negatif. Intinya kualitas tidur sangat memengaruhi mood.
Jadi, usahakan tidur lebih awal setelah ibadah malam. Jika memungkinkan, lakukan istirahat singkat di siang hari. Intinya tidur cukup membantu menjaga kesabaran dan konsentrasi.
3. Latih Pernapasan dan Relaksasi
Teknik pernapasan dalam dapat membantu menenangkan sistem saraf. Saat emosi mulai meningkat, berhenti sejenak dan atur napas perlahan.
Menurut Cleveland Clinic, latihan pernapasan efektif menurunkan tingkat stres dan ketegangan. Cara ini sederhana namun sangat ampuh. Anda bisa mulai dengan tarik napas dalam selama 4 hitungan, tahan lalu hembuskan perlahan. Ulangi beberapa kali hingga tubuh terasa lebih rileks.
4. Kurangi Konsumsi Kafein Berlebihan
Bagi sebagian orang, penghentian kafein mendadak dapat memicu sakit kepala dan perubahan mood. Kondisi ini sering terjadi di awal Ramadhan. NIH menjelaskan bahwa gejala putus kafein dapat memengaruhi suasana hati.
Oleh karena itu, kurangi kafein secara bertahap sebelum Ramadhan. Anda juga perlu membatasi kopi saat berbuka agar tidak mengganggu tidur malam.
5. Perbanyak Aktivitas Spiritual
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ramadhan adalah momen memperdalam spiritualitas dan ketenangan batin. Menurut Greater Good Science Center, praktik refleksi dan rasa syukur dapat meningkatkan kesejahteraan emosional.
Anda bisa luangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an atau berdzikir. Intinya aktivitas spiritual membantu menenangkan pikiran.
6. Hindari Multitasking Berlebihan
Multitasking atau melakukan banyak hal sekaligus dapat meningkatkan stres. Saat berpuasa, energi mental mungkin tidak seoptimal hari biasa.
Stanford University menemukan bahwa multitasking berlebihan dapat menurunkan konsentrasi dan efisiensi. Jadi Anda perlu menyelesaikan pekerjaan secara bertahap. Pasalnya ritme kerja yang teratur membantu menjaga ketenangan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Menu Sahur Praktis dan Sehat untuk Pekerja Sibuk, Anti Lemas Seharian saat Puasa
Editor : Candra Mega Sari