JawaPos.com - Bunga matahari adalah pilihan tepat untuk Anda yang ingin mempercantik taman rumah atau balkon di Tangerang Selatan (Tangsel). Tanaman ini mudah tumbuh dan cocok untuk pemula, bahkan bisa menjadi kegiatan seru bersama anak-anak. Warna cerahnya membawa suasana ceria ke lingkungan sekitar.
Bunga ini dapat ditanam di lahan kebun maupun dalam pot besar di teras atau halaman rumah. Menariknya, ada banyak jenis bunga matahari, mulai dari yang mungil hingga yang bisa tumbuh setinggi lebih dari 2 meter. Beberapa jenis bahkan berbunga warna merah marun atau putih, bukan hanya kuning cerah.
Kapan dan Di Mana Menanam
Waktu terbaik menanam bunga matahari di Tangsel adalah saat musim kemarau. Tanaman ini menyukai sinar matahari penuh, jadi pastikan lokasinya tidak teduh. Pilih tanah yang gembur dan kaya nutrisi agar pertumbuhannya optimal.
Jika Anda memiliki pekarangan, tanam langsung di tanah untuk hasil terbaik. Namun, bunga matahari juga bisa ditanam dalam pot asalkan cukup besar, minimal diameter 30 cm. Untuk area yang berangin, sebaiknya pilih lokasi yang agak terlindung atau gunakan penyangga bambu.
Cara Menyemai dan Menanam Bibit
Mulailah dengan menyemai benih dalam pot kecil berdiameter sekitar 10 cm menggunakan media tanam bebas gambut. Tutup pot dengan plastik bening dan letakkan di tempat hangat hingga benih berkecambah. Setelah tumbuh, lepaskan plastik dan biarkan bibit tumbuh sampai cukup kuat untuk dipindahkan.
Sebelum dipindahkan ke tanah atau pot besar, sebaiknya bibit dibiasakan dulu dengan udara luar selama 2–3 minggu. Proses ini disebut "pengerasan" dan penting agar tanaman tidak kaget. Setelah itu, tanam dengan hati-hati dan pastikan tanah cukup lembap.
Merawat dan Memberi Nutrisi
Bunga matahari perlu disiram secara rutin, apalagi di musim kemarau yang panas seperti di Tangsel. Beri pupuk kaya nitrogen selama fase pertumbuhan, lalu ganti ke pupuk tinggi kalium saat tanaman mulai berbunga. Jenis pupuk yang biasa digunakan untuk tomat juga cocok untuk bunga matahari.
Varietas tinggi perlu diberi penyangga agar tidak mudah tumbang tertiup angin. Gunakan tongkat bambu atau kayu dan ikat batang utama dengan tali rafia. Tanaman dalam pot juga perlu disiram setiap hari saat cuaca panas.
Menanam di Pot atau Kontainer
Menanam bunga matahari dalam pot menjadi pilihan praktis untuk warga yang tinggal di cluster atau apartemen. Gunakan pot berukuran besar dan media tanam campuran tanah, kompos, dan sekam bakar. Jangan lupa, beri drainase yang baik agar akar tidak membusuk.
Setelah tanaman tumbuh lebih besar, pindahkan ke pot akhir berdiameter minimal 30 cm. Penyiraman dan pemupukan rutin tetap dibutuhkan agar bunga tetap sehat dan berbunga maksimal. Pot sebaiknya diletakkan di area yang mendapat cahaya matahari minimal 6 jam per hari.
Menghadapi Hama dan Penyakit
Musuh utama bunga matahari di awal pertumbuhan adalah siput dan bekicot. Untuk mencegahnya, Anda bisa menggunakan pagar kecil atau taburan sekam padi kering di sekeliling tanaman. Gunakan juga perangkap atau pita tembaga jika hama masih datang.
Daun yang menguning atau berbintik bisa disebabkan oleh kutu daun atau jamur. Bersihkan dengan jari atau semprot air sabun cair jika perlu. Jangan lupa, jaga kebersihan area sekitar tanaman agar hama tidak bersarang.
Memanen Biji dan Menyimpan
Setelah berbunga, kepala bunga akan mulai mengering dan menghasilkan biji. Anda bisa memanen biji ini untuk disimpan atau dikonsumsi setelah dikeringkan beberapa hari. Simpan biji dalam amplop kertas di tempat kering dan sejuk agar bisa ditanam lagi tahun depan.
Sebagian biji juga bisa dibiarkan di tangkai sebagai pakan burung liar. Setelah masa berbunga selesai, cabut tanaman dan buang ke kompos. Potong batang besar agar mudah terurai di tumpukan kompos.
Rekomendasi Jenis untuk Ditanam
Untuk Anda yang ingin bunga besar, cobalah varietas 'Russian Giant' yang bisa mencapai tinggi 3 meter. Jika ruang terbatas, pilih 'Choco Sun', bunga matahari kerdil setinggi 35 cm yang cocok untuk pot. Jenis 'Lemon Queen' juga menarik karena berbunga setiap tahun dan berwarna kuning lembut. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah