Sebelum menggunakan retainer gigi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter gigi. Dokter gigi akan membantu menentukan jenis retainer yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda, termasuk jenis, lama pemakaian, dan posisi retainer.
Ada retainer yang digunakan di depan gigi, tetapi ada juga yang bisa digunakan di belakang gigi sehingga tak terlalu terlihat. Meski begitu, jenis retainer secara umum dapat dibedakan menjadi dua, yakni retainer yang bisa dilepas-pasang dan retainer permanen.
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis retainer, seperti yang dilansir dari laman hellosehat.com.
1. Retainer yang Bisa Dilepas Pasang Sendiri
Retainer yang bisa dilepas-pasang sendiri adalah jenis retainer yang mudah dibersihkan setelah makan. Pengguna bisa melepaskannya saat makan dan membersihkannya langsung. Namun, retainer ini memiliki kekurangan, seperti mudah hilang dan rusak, meningkatkan produksi air liur, dan risiko pertumbuhan bakteri. Pengguna sering lupa atau tidak rutin menggunakannya, yang dapat membuat gigi kembali berantakan.
2. Retainer Permanen
Retainer permanen adalah kawat padat yang sesuai bentuk gigi dan tidak bisa dilepas-pasang kecuali oleh dokter gigi. Retainer ini mengurangi kemungkinan gigi berantakan kembali karena tidak sering dilepas, sehingga menjaga posisi gigi setelah behel.
Retainer gigi rentan menjadi sarang bakteri, plak, dan karang gigi. Oleh karena itu, retainer gigi harus dibersihkan secara berkala setiap hari. Cara membersihkannya juga perlu disesuaikan dengan jenis retainer gigi yang digunakan.
Berikut adalah cara membersihkan retainer gigi removable yang dilansir dari laman alodokter.com.
- Bersihkan dengan air hangat dan sabun berbahan ringan atau tidak menyebabkan iritasi, bukan pasta gigi.
- Gunakan sikat gigi berbulu lembut atau cotton bud untuk membersihkan bagian dalam retainer.
- Gunakan larutan khusus sesuai rekomendasi dokter gigi untuk merendam retainer gigi.
Untuk membersihkan retainer permanen, lakukan flossing dengan benang gigi seperti saat membersihkan sela-sela gigi. Jika kesulitan, minta bantuan dokter gigi. Setiap retainer gigi memiliki kelebihan dan kekurangan. Konsultasikan dengan dokter untuk memilih jenis retainer yang cocok. Setelah pemasangan, periksa gigi secara rutin setiap 3 bulan untuk memantau kondisi gigi dan retainer.
Editor : Candra Mega Sari