JawaPos.com - Januari menandai peringatan bulan kesadaran kanker serviks yang diadakan tiap tahun di dunia. Ini merupakan sebuah kampanye untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman publik mengenai kanker serviks, pencegahannya, dan deteksi dini.
Kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi pada leher rahim. Melansir dari laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah kasus baru kanker ini mencapai 660.000 kasus dengan 350.000 kematian pada 2022. Tercatat, 94 persen dari jumlah kasus kematian terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Dilansir dari laman The Independent dan Health Grades, berikut beberapa fakta yang perlu Anda ketahui mengenai kanker serviks agar lebih waspada untuk mengurangi risikonya.
1. Kebanyakan Disebabkan oleh Virus HPV
Sebagian besar kanker serviks disebabkan oleh infeksi terus-menerus dengan beberapa strain dari virus umum yang disebut human papillomavirus (HPV). Virus ini ditularkan melalui kontak seksual kulit-ke-kulit, sehingga 80% orang yang aktif secara seksual akan terpapar virus menurut American Sexual Health Association.
HPV juga adalah virus umum yang dapat menginfeksi kulit, serviks, vagina, vulva (kulit bibir yang mengelilingi vagina dan klitoris), anus, hingga mulut dan tenggorokan.
2. Kebiasaan Merokok Dapat Meningkatkan Risiko
Selain faktor hubungan seksual yang tidak aman, wanita yang memiliki kebiasaan merokok meningkatkan risiko kanker serviks dua kali lebih parah dibanding yang tidak. Hal ini karena zat kimia yang terdapat dalam asap rokok bisa menghambat respon imun tubuh dalam melawan racun, termasuk virus HPV.
Zat karsinogenik yang ada di dalam rokok juga dapat mengubah gen yang membuat sel-sel menjadi berkembang secara tidak normal. Perkembangan sel abnormal yang semakin tidak terkendali tersebut dapat menjadi sel-sel kanker.
3. Kanker Serviks Bisa Dicegah
Kanker serviks merupakan jenis kanker yang sangat berbahaya bagi perempuan dan dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. Namun, kanker ini juga bisa dicegah sejak dini dengan beberapa cara.
Salah satunya adalah dengan melakukan vaksinasi HPV dan pemeriksaan pap smear. Selain itu, kebiasaan merokok juga wajib dihentikan untuk mengurangi risiko terkena kanker serviks. Anda juga harus mulai menjalani gaya hidup sehat dan makan makanan dengan gizi seimbang.
Makanan bergizi seimbang meliputi makanan yang kaya vitamin B dan asam folat, antioksidan, polifenol dan flavonoid, vitamin A, C, E, dan mineral, serta makanan anti kanker serviks seperti alpukat yang mengandung lemak tak jenuh yang berkhasiat untuk membunuh sel-sel kanker.
4. Tidak Menimbulkan Gejala Apapun di Awal
Umumnya, kanker serviks berkembang secara perlahan, bahkan bertahun-tahun. Meski begitu, ada kemungkinan untuk menderita kanker serviks tanpa mengalami tanda atau gejala yang jelas.
Gejala kanker serviks, termasuk pendarahan pada vagina dan nyeri panggul, mungkin tidak akan muncul sampai sel-sel kanker tumbuh dan menyebar. Namun, setiap wanita yang mengalami pendarahan abnormal pada vagina harus segera berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan secepat mungkin.
5. Wanita Menopause Masih Berisiko
Ada banyak anggapan yang menyebut bahwa risiko kanker serviks akan menurun setelah menopause. Padahal, kanker serviks dapat terjadi pada wanita dengan usia berapapun dan risikonya akan semakin meningkat seiring pertambahan usia.
Ini dibuktikan dari data Information Centre HPV on Cancer (ICO) yang mengungkapkan bahwa kasus kanker serviks di dunia berdasarkan kategori umur paling banyak terjadi pada wanita di rentang usia 45-60 tahun, atau memasuki usia menopause.
6. Bisa Diobati jika Dideteksi Sejak Dini
Akan semakin banyak pilihan pengobatan yang tersedia jika kanker serviks terdeteksi sejak dini, dan peluang untuk sembuh akan besar. Ada beberapa pilihan pengobatan yang perlu dipertimbangkan saat mengobati kanker serviks, termasuk pembedahan, kemoterapi, radioterapi, kemoradiasi (kemoterapi dan radioterapi), dan imunoterapi.
Bila Anda mengalami gejala mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter untuk menerima perawatan yang tepat sebab kanker serviks memerlukan perhatian medis sesegera mungkin. Lakukanlah pemeriksaan rutin untuk mencegah terjadinya kanker serviks.
Editor : Candra Mega Sari