Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Manfaat Pijat Kehamilan: Rahasia Relaksasi dan Kesehatan Bumil, Ketahui Tips Aman yang Direkomendasikan

Amanda Zakiya Mufidatul Khoiroh • Sabtu, 25 Januari 2025 | 18:00 WIB

Ilustrasi ibu hamil yang sedang pijat
Ilustrasi ibu hamil yang sedang pijat
JawaPos.com - Pijat kehamilan dapat dilakukan sebagai salah satu cara meringankan berbagai keluhan yang dirasakan ibu hamil. Tak hanya itu, jika dilakukan secara rutin dan benar, pijat kehamilan juga bisa membantu ibu hamil merasa rileks dalam menjalani kehamilan.

Salah satu keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil adalah sakit pinggang. Ini terjadi karena posisi panggul yang berubah untuk menopang kandungan yang semakin besar. Selain pinggang, rasa sakit juga bisa dirasakan di perut, leher, punggung, dan bahu. Pengobatan alternatif seperti pijat ibu hamil bisa membantu mengatasi ketidaknyamanan ini. Namun, penting untuk mengetahui apakah pijat aman dan panduan pijat yang tepat.

Ibu hamil dapat melakukan pijat kapan saja, tetapi banyak fasilitas menolak memijat ibu hamil pada trimester pertama untuk mencegah keguguran. Terapi pijat sebaiknya dilakukan pada trimester kedua atau ketiga, terutama bagi ibu hamil tanpa komplikasi dan sudah mendapat izin dokter.

Berdasarkan penelitian, pijat ibu hamil memiliki berbagai manfaat sebagaimana dilansir dari laman Alodokter.com.

Namun, pijat ibu hamil sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan usia kehamilan. Adapun waktu yang disarankan untuk mulai melakukan pijat ibu hamil adalah setelah usia kehamilan 12 minggu atau memasuki trimester kedua.

Jika masih mengalami mual dan muntah, bumil dianjurkan untuk tidak melakukan perawatan ini. Bumil juga perlu menghindari pijat saat usia kehamilan makin mendekati waktu persalinan, yaitu 32 minggu ke atas. Pijat saat hamil sebenarnya aman asalkan ibu tidak memiliki kehamilan berisiko tinggi dan telah mendapatkan izin dari dokter Kandungan sebelumnya. 

Meski begitu, penting juga untuk memahami beberapa aturan penting di bawah ini sebelum ibu hamil melakukan pijatan, dilansir dari laman Hellosehat.com

1. Lakukan dengan Terapis Berpengalaman

Pijat wajah saat hamil bisa berbahaya jika dilakukan sendiri. Pastikan pijat dilakukan oleh terapis atau ahli pijat khusus kehamilan yang berpengalaman dan bersertifikasi. Mereka tahu titik dan posisi yang aman selama kehamilan.

2. Perhatikan Usia Kandungan

Mulai pijat disarankan saat usia kehamilan 12 minggu atau pada awal trimester kedua. Hindari pijat saat trimester pertama karena tubuh sedang beradaptasi. Tunggu sampai kondisi ibu dan janin stabil sebelum melakukan terapi pijat.

3. Hindari Teknik Pijat Tertentu

Sebaiknya hindari pijat tradisional, yang memberi tekanan kuat, karena dapat menyebabkan nyeri atau perpindahan gumpalan darah. Hati-hati juga dengan pijat refleksi, karena beberapa titik di kaki bisa memicu kontraksi jika ditekan kuat.

4. Pastikan Posisi Tubuh Anda Aman

Atur tempat pijat agar nyaman dengan bantal penyangga. Untuk area tertentu, terapis akan menyarankan posisi berbaring miring atau duduk sesuai dengan area yang dipijat. 

5. Segera Bilang saat Anda Merasa Tidak Nyaman

Komunikasikan tekanan pijat kepada terapis dan minta agar pijatan dilakukan perlahan. Gerakan pijat harus lembut dan terkendali. 

Ketika ibu hamil sedang ingin melakukan me time dan merasakan relaksasi dengan pijat, disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Kandungan sebelum menjalani terapi pijat untuk menjaga keamanan ibu dan janin.

Editor : Candra Mega Sari
#pijat #bumil #kehamilan #ibu hamil #manfaat