Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Cara Mengatasi Overthinking dan Pikiran Negatif: Langkah Praktis dengan Mengikuti Teknik Cognitive Defusion

Tiffany Octavia Khansaq Wicaksono • Jumat, 10 Januari 2025 | 09:00 WIB

Ilustrasi orang overthinking
Ilustrasi orang overthinking
JawaPos.com - Sebagian besar dari kita pernah terjebak dalam lingkaran pikiran yang tak berujung. Kita sering merenung atau bahkan terobsesi pada situasi tertentu, baik itu hal konyol yang kita katakan beberapa waktu lalu atau kekhawatiran tentang kejadian yang akan datang.

Sebagian dari kita mencoba melawan pikiran negatif ini dengan memaksakan diri untuk berpikir positif, atau bahkan berusaha menghindari pikiran-pikiran tersebut sama sekali. Namun, semakin kita mencoba melawan atau mengubah pikiran itu, semakin kuat dan keras mereka menjadi.

Masalahnya, saat kita menghabiskan banyak energi untuk bergulat dengan pikiran-pikiran ini, kita cenderung kehilangan fokus pada apa yang benar-benar penting dalam hidup kita. Untungnya, ada teknik yang disebut cognitive defusion dalam terapi Acceptance and Commitment Therapy (ACT) yang dapat membantu kita keluar dari perangkap overthinking dan pikiran negatif.

Dikutip dari therapyinanutshell.com, otak kita bekerja seperti ini, "Apa yang kita perhatikan, akan semakin kita sadari." Sebagai contoh, Dean Anderson dari Wasatch Mental Health pernah bercerita tentang pengalaman mencari mobil baru bersama keluarganya. Setelah memutuskan untuk membeli mobil berwarna pewter suburban atau warna abu-abu keperakan, mereka mulai melihat mobil dengan warna yang sama di mana-mana. Sebelumnya, mereka bahkan tidak pernah menyadari keberadaan warna tersebut. Hal yang sama terjadi pada pikiran kita. Ketika kita terlalu memperhatikan pikiran tertentu seperti "Aku akan gagal ujian ini", otak kita menganggap pikiran itu sangat penting dan terus-menerus memunculkannya.

Maka dari itu, cognitive defusion yang membantu kita mengambil jarak dari pikiran-pikiran kita. Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk melatihnya:

Baca Juga: Mudah dan Simpel, Lakukan 5 Olahraga Keseimbangan Ini di Rumah agar Tetap Kuat dan Bugar!

1. Menyadari Pikiran

Pejamkan mata dan mulailah memperhatikan pikiran yang muncul. Jangan coba mengubah atau menilai pikiran tersebut. Biarkan mereka datang dan pergi seperti awan di langit.

2. Memberi Label

Saat pikiran muncul, beri label secara sederhana, misalnya "pikiran tentang pekerjaan" atau "pikiran tentang rasa cemas." Hal ini membantu kita mengenali bahwa itu hanyalah pikiran.

3. Berpindah ke Posisi Pengamat

Bayangkan anda sedang duduk di bioskop, menonton layar yang memutar pikiran anda. Anda adalah penonton, bukan bagian dari film itu. Ingatlah bahwa film datang dan pergi, tetapi penonton tetap ada.

4. Mengamati Sensasi Fisik

Alihkan perhatian anda dari pikiran ke sensasi tubuh. Rasakan berat tubuh di kursi, udara yang masuk dan keluar dari hidung, atau pakaian yang menyentuh kulit. Sensasi ini membantu anda kembali ke momen saat ini.

Dengan melatih cognitive defusion, kita dapat menyadari bahwa pikiran hanyalah pikiran, bukan fakta, dan mereka tidak mendefinisikan siapa kita. Teknik ini memungkinkan kita untuk mengambil jarak dari pikiran, mengurangi penderitaan, dan fokus pada hal-hal yang benar-benar kita hargai dalam hidup.

Cognitive defusion merupakan keterampilan yang membutuhkan latihan. Tujuannya bukan untuk menghilangkan pikiran-pikiran negatif atau menghindarinya, tetapi untuk belajar mengamati mereka dengan rasa ingin tahu dan keterbukaan. Dengan begitu, kita dapat lebih hadir dalam sebuah momen, terhubung dengan orang-orang yang kita pedulikan, dan mengarahkan energi kita pada hal-hal yang benar-benar kita cintai. Teruslah berlatih dan eksplorasi berbagai teknik untuk menemukan apa yang paling cocok untuk anda.

Editor : Candra Mega Sari
#Cara Mengatasi #overthinking #Cognitive Defusion #pikiran negatif