JawaPos.com – Memahami aturan membawa makanan ke dalam pesawat membantu mempermudah perjalanan. Hal ini penting agar pengalaman penerbangan tetap nyaman tanpa melanggar regulasi keamanan.
Makanan yang diperbolehkan dalam pesawat merujuk pada jenis-jenis makanan yang memenuhi aturan keamanan bandara. Aturan ini melibatkan pembatasan pada tekstur, volume, dan kemasan makanan.
Baca Juga: Etika Menginap di Hotel: Tujuh Tips Praktis untuk Liburan yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan
Memahami makanan yang boleh dibawa mencegah masalah saat pemeriksaan keamanan. Pengetahuan ini juga membantu mempersiapkan kebutuhan makanan selama perjalanan udara.
Tujuh makanan yang boleh dan tidak boleh dibawa melalui keamanan bandara untuk perjalanan lebih nyaman dilansir dari laman Budgetair oleh JawaPos.com, Jumat (6/12):
1. Makanan Padat dapat Dibawa
Makanan padat seperti roti, buah, keripik, dan coklat diizinkan melewati pemeriksaan keamanan bandara. Jenis makanan ini tidak dianggap beresiko karena tidak berbentuk cairan atau gel.
Bungkus makanan dengan rapi agar mudah diperiksa oleh petugas. Wadah transparan atau plastik food-grade disarankan untuk mempermudah identifikasi.
Pastikan makanan padat yang dibawa tidak membutuhkan alat khusus untuk dikonsumsi di dalam pesawat. Hindari membawa makanan yang mudah basi agar tetap layak dimakan selama perjalanan.
2. Makanan Cair Perlu Aturan Khusus
Cairan atau gel, seperti saus dan selai, harus memenuhi batas 100 ml per kemasan. Semua cairan ini harus dimasukkan dalam satu kantong plastik bening berukuran satu liter.
Setelah pemeriksaan, makanan atau minuman cair dapat dibeli di area bebas pajak bandara. Pastikan cairan yang dibawa aman dan sesuai peraturan internasional penerbangan.
Cairan yang melebihi batas ini biasanya tidak diizinkan di kabin dan harus dimasukkan dalam bagasi terdaftar. Ketentuan ini berlaku untuk memastikan keamanan seluruh penumpang selama penerbangan.
3. Hindari Makanan Berbau Menyengat
Makanan seperti durian, bawang, atau ikan tidak disarankan untuk dibawa ke pesawat. Aroma kuat dari makanan tersebut dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain.
Keju biru dan makanan berbumbu tajam seperti kari juga masuk kategori yang perlu dihindari. Jika ingin membawa makanan beraroma, pastikan dikemas dengan wadah kedap udara.
Jenis makanan ini sering menjadi alasan penolakan di pemeriksaan keamanan. Pilih makanan dengan aroma netral agar penerbangan lebih menyenangkan bagi semua.
4. Tekanan Kabin Mempengaruhi Rasa
Perubahan tekanan udara di kabin mempengaruhi sensitivitas lidah terhadap rasa. Makanan yang biasanya kaya rasa terasa lebih hambar saat dikonsumsi di pesawat.
Faktor lain seperti rendahnya kelembaban juga berperan dalam perubahan rasa tersebut. Membawa bumbu sederhana seperti garam dan merica dapat menjadi solusi untuk memperkaya rasa.
Pilihan makanan sebaiknya mengutamakan tekstur dan rasa yang tetap kuat di ketinggian. Hindari makanan yang terlalu berminyak untuk mencegah gangguan pencernaan.
5. Setiap Negara Punya Aturan Berbeda
Beberapa negara melarang membawa produk segar seperti buah, daging, dan susu masuk ke wilayah mereka. Pemeriksaan imigrasi sering menyita makanan yang dianggap melanggar regulasi.
Sebelum bepergian, penting untuk memahami aturan makanan di negara tujuan. Informasi ini dapat diperoleh melalui situs resmi bandara atau maskapai.
Jika ragu, hindari membawa makanan yang berpotensi melanggar aturan. Mematuhi peraturan ini membantu menghindari denda atau hambatan di imigrasi.
6. Kemasan Rapi Sangat Diperlukan
Makanan yang dibawa harus dikemas rapi dan menggunakan wadah transparan. Kemasan yang jelas mempermudah petugas keamanan dalam memeriksa isi makanan.
Pilih wadah kedap udara untuk makanan beraroma kuat agar tidak mengganggu lingkungan. Makanan cair atau gel harus ditempatkan dalam kantong plastik sesuai peraturan.
Simpan makanan dalam tas yang mudah diakses untuk mempercepat pemeriksaan. Persiapan yang rapi membuat proses pemeriksaan lebih lancar.
7. Pilih Makanan Sehat dan Praktis
Makanan ringan seperti buah, kacang, atau sandwich cocok untuk dibawa selama penerbangan. Jenis makanan ini mudah dikonsumsi tanpa alat tambahan seperti pisau atau garpu.
Hindari makanan dengan kandungan gula tinggi untuk menjaga energi tetap stabil selama perjalanan. Pilihan makanan sehat membantu menjaga tubuh tetap nyaman di ketinggian.
Bungkus makanan dengan porsi yang sesuai agar tidak merepotkan selama penerbangan. Pastikan makanan tetap bersih dan aman dikonsumsi saat perjalanan berlangsung.
Memilih dan mengemas makanan sesuai aturan penerbangan menjadikan perjalanan lebih nyaman. Persiapan yang matang memastikan perjalanan berjalan lancar tanpa kendala.