JawaPos.com – Sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, termasuk mengonsumsi konten-konten di media sosial. Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, yang pada akhirnya memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.
Ketika merasa tertekan atau cemas karena terlalu banyak terpapar konten, detoks media sosial bisa menjadi solusi untuk meredakan stres dan menemukan kedamaian batin. Berikut ini adalah informasi tentang detoks media sosial yang perlu anda ketahui!
Apa Itu Detoks Media Sosial?
Dilansir dari laman Alodokter, detoks media sosial merupakan upaya membatasi akses ke berbagai situs atau aplikasi jejaring sosial, baik untuk sementara maupun permanen.
Sudah banyak penelitian yang membuktikan penggunaan media sosial bisa mengubah pola pikir dan merugikan mental. Teori dalam studi yang berjudul Online Social Networking and Mental Health yang dimuat dalam jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking juga memperkuat hipotesis tersebut.
Dalam konteks tersebut, detoks media sosial merupakan pilihan yang bijak untuk dilakukan. Risiko depresi, penurunan kepercayaan diri, gangguan kecemasan, hingga perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm) dapat dikurangi.
Cara Detoks Media Sosial
Psikolog Klinis asal Amerika Serikat, Chris Mosunic, menyebutkan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk detoksifikasi dari media sosial, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Jangan membuka media sosial sejam sebelum tidur untuk kualitas istirahat yang baik.
- Terapkan batas waktu membuka media sosial per harinya.
- Kurangi penggunaan media sosial secara bertahap.
- Hapus aplikasi media sosial saat sudah mulai terbiasa.
- Lakukan aktivitas offline yang menenangkan, seperti membaca, mendaki, atau meditasi.
- Unfollow akun media sosial yang tidak terlalu penting dan membuat anda stres.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah