Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Enam Hewan Identik Halloween, Mulai Dianggap Pembawa Sial hingga Antek Penyihir

Erie Dewangga • Rabu, 30 Oktober 2024 | 08:35 WIB

Ilustrasi seorang anak merayakan halloween dengan kostum hewan. (Dok. Freepik)
Ilustrasi seorang anak merayakan halloween dengan kostum hewan. (Dok. Freepik)

JawaPos.com — Menjelang perayaan Halloween, anda mungkin melihat banyak sekali dekorasi seram yang bermunculan. Penyihir, hantu, kerangka, dan hewan-hewan seperti kucing hitam, kelelawar, dan burung gagak, semuanya dikaitkan dengan hari yang dianggap harinya roh orang mati bergentayangan. Namun, apakah hewan-hewan itu benar-benar seram? Dan jika tidak, mengapa mereka menjadi lekat dengan perayaan Halloween?

Yuk, simak artikel berikut yang membahas lima hewan yang selalu dikaitkan dengan Halloween.

Kucing Hitam

Mengutip situs The Dodo, misteri dan mitos seputar kucing hitam bermula pada abad pertengahan, ketika orang-orang di Jerman dan Prancis pada Abad Pertengahan percaya bahwa kucing hitam membawa kutukan yang dijatuhkan kepada manusia oleh para penyihir. Selama berabad-abad berikutnya, kucing hitam tetap menjadi simbol takhayul nasib buruk, dan kaum Puritan yang menetap di Massachusetts membawa kepercayaan itu ke Amerika, yang menyebabkannya masih eksis dan mengakar kuat hingga saat ini.

Faktanya, beberapa budaya lain di luar Eropa menganggap kucing hitam sebagai jimat keberuntungan. Di Mesir Kuno, misalnya, semua kucing (dan khususnya kucing hitam) dikaitkan dengan dewi Bastet, dan pemilik kucing sering kali dimumikan dan dikuburkan bersama kucing mereka karena mereka sangat menyayanginya. Orang-orang di Jepang juga percaya bahwa kucing hitam membawa keberuntungan.

Baca Juga: Sejarah Perayaan Halloween, Mulai dari Hari Raya Bangsa Celtic Sampai dengan Tradisi Trick or Treat yang Populer di Kalangan Anak-anak

Kodok

Hewan lain yang disalahpahami adalah kodok. Banyak orang mengira bahwa menyentuh kodok dapat menyebabkan kutil. Kulit kodok memiliki benjolan yang tampak seperti kutil, tetapi kutil disebabkan oleh virus manusia dan menyentuh kodok tidak akan menyebabkan kutil. Ada beberapa kodok yang mengeluarkan racun dari kulitnya yang dapat mengiritasi manusia dan berbahaya bagi hewan peliharaan, jadi mungkin sebaiknya tidak menyentuh atau mengambilnya.

Dongeng tentang kodok dan penyihir merupakan bagian besar dari Halloween. Mereka ditemukan dalam minuman penyihir dan bahkan dikaitkan dengan penyihir dalam Macbeth karya William Shakespeare.

Kelelawar

Mengutip situs Reconnect with Nature, keterkaitan antara kelelawar dan Halloween kemungkinan besar bermula dari kelelawar vampir yang meminum darah. Namun, dari lebih dari 1.400 spesies kelelawar di dunia, hanya tiga yang diketahui menjadikan darah sebagai dietnya; dan dari ketiganya, hanya satu yang ditemukan di Amerika Serikat, lebih tepatnya di barat daya Texas.

Keterkaitan tersebut juga bisa jadi disebabkan oleh penulis Bram Stoker yang menulis novel horor Dracula pada tahun 1897. Dalam novel tersebut, vampir berubah bentuk menjadi kelelawar untuk membantu mereka lolos dari kebiasaan menghisap darah di malam hari.

Burung Hantu

Burung hantu dulunya dianggap sebagai tanda kematian yang akan datang; jika ada burung hantu yang terdengar bersahut-sahutan di dekat anda, berarti tandanya ada yang akan mati. Sebenarnya, burung hantu bersahut-sahutan atau menjerit untuk berkomunikasi dan mengumumkan wilayah kekuasaan mereka.

Beberapa budaya menganggap burung hantu sebagai pembawa pesan bagi para penyihir dan menuruti perintah mereka, dan mitos-mitos Eropa mengaitkan burung hantu dengan kematian, hantu, dan ilmu hitam. Orang Romawi kuno percaya bahwa burung hantu adalah pertanda buruk dan teriakan mereka dianggap sebagai tanda kematian. Karena burung hantu hanya keluar di malam hari, mereka juga dianggap sebagai roh-roh jahat.

Namun, saat ini, lebih banyak budaya yang benar-benar percaya bahwa burung hantu adalah simbol keberuntungan, kebijaksanaan, dan bimbingan. Burung Hantu sebagai simbol orang bijak sudah ada sejak Yunani Kuno, di mana burung hantu dikaitkan dengan dewi Athena, yang sering dikaitkan dengan kebijaksanaan.  Di Afghanistan, misalnya, orang-orang percaya bahwa burung hantulah yang memberi manusia batu api dan besi sehingga mereka dapat membuat api. Dan suku Aborigin di Australia percaya bahwa burung hantu adalah roh wanita dan karenanya dianggap suci. Orang-orang Inuit di Greenland menganggap burung hantu sebagai simbol bimbingan dan pertolongan.

Baca Juga: Ingin Tampil Beda saat Halloween 2024? Ini Dia Rekomendasi 10 Kostum Kekinian yang Lucu hingga Menyeramkan, Perlu Banget Dicoba!

Burung Gagak

Burung gagak telah lama dikaitkan dengan Halloween. Namun, mengapa?

Budaya Eropa telah mewariskan cerita-cerita seram tentang gagak, seperti takhayul Swedia bahwa suara gagak adalah suara orang mati dan dongeng Jerman tentang gagak yang berteman dengan penyihir.

Awal mitos tentang gagak, mengutip situs Cricket Media, bisa jadi bermula dari Inggris abad pertengahan. Pada masa itu tidak ada metode praktis untuk membuang daging yang lama dan busuk. Dan karena kawanan gagak bertambah banyak selama masa wabah (semakin banyak kematian berarti semakin banyak makanan bagi mereka), banyak orang mulai berpikir bahwa gagak mendatangkan kematian.

Banyak budaya menganggap gagak memiliki kekuatan supranatural khusus. Di Yunani, gagak sering dianggap sebagai pembawa pesan Dewa Apollo. Sementara beberapa budaya Eropa menganggapnya sebagai hantu jiwa-jiwa penasaran yang tidak dikubur dengan benar. Anda akan menemukan gagak digambarkan sebagai penipu dalam cerita rakyat penduduk asli Amerika, tetapi juga sebagai pencipta dunia. Sedangkan di tempat lain, burung gagak dikatakan sebagai pertanda malapetaka dan teman bagi mereka yang mempraktikkan ilmu hitam.

Dan, Puisi Edgar Allen Poe The Raven, yang menceritakan bagaimana burung itu membuat naratornya gila, telah urun andil dalam mempengaruhi ketakutan orang-orang terhadap burung ini dan juga mengaitkannya dengan perayaan Halloween.

Serigala

Teriakan serigala di malam hari tidak hanya digunakan untuk menakut-nakuti anak-anak ketika Halloween, tetapi juga muncul di film-film sebelum suasana menjadi sangat menakutkan.

Serigala telah terikat pada musim Halloween semata-mata karena mitos manusia serigala kuno. Manusia serigala, seperti vampir, adalah makhluk kriptid; mereka dapat berubah wujud dari manusia menjadi serigala buas. Mitos manusia serigala telah ada selama ribuan tahun, dengan cerita-cerita yang berasal dari Yunani Kuno dengan Legenda Lycaon dan Sumeria Kuno dalam Epik Gilgamesh. Bangsa Nordik (masyarakat Skandinavia kuno) pun memiliki cerita manusia serigala mereka sendiri.

Namun, manusia serigala tidak benar-benar ada di dunia nyata, dan serigala di dunia nyata jauh dari kata menakutkan.

Serigala dapat hidup hingga 13 tahun di alam liar dan hingga 16 tahun di penangkaran. Serigala jantan dapat memiliki berat lebih dari 100 pon dan tumbuh hingga panjang 6 kaki (dan tinggi hingga 32 inci). Mereka berkeliaran dalam kawanan yang dapat menempuh jarak mulai dari 25 mil persegi hingga 1.000 mil persegi, tergantung pada lokasi mereka. Serigala adalah "spesies kunci", yang berarti mereka memainkan peran yang sangat penting dalam ekosistem mereka. Tanpa mereka, tumbuhan dan hewan lain di sekitar mereka mungkin tidak akan ada lagi.

Editor : Hendra
#halloween #hewan