JawaPos.com – Resiko kebakaran rumah dapat terjadi kapan saja dan seringkali menimbulkan kerugian besar, baik materi maupun non-materi. Untuk mengurangi risiko tersebut, ada beberapa langkah efektif yang dapat dilakukan guna memastikan rumah dan keluarga tetap aman dari bahaya kebakaran.
Kebakaran merupakan peristiwa terbakarnya suatu benda atau area yang disebabkan oleh api yang tidak terkendali, sehingga dapat menyebabkan kerusakan dan bahaya bagi lingkungan sekitarnya. Kejadian ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti korsleting listrik, kelalaian manusia, hingga bencana alam.
Mengetahui cara efektif mencegah kebakaran di rumah sangat penting untuk menjaga keselamatan keluarga dan properti. Langkah-langkah pencegahan yang tepat dapat mengurangi risiko terjadinya kebakaran, serta memastikan rumah tetap aman dari bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Berikut tujuh cara efektif cegah kebakaran di rumah sebagai langkah praktis lindungi keluarga dari risiko kebakaran dilansir dari laman Nidirect.gov.uk oleh JawaPos.com, Senin (28/10):
1. Waspadai Bahaya Peralatan Memasak
Peralatan memasak seperti kompor, oven, dan penggorengan dapat menjadi sumber risiko kebakaran di rumah. Meninggalkan masakan tanpa pengawasan, terutama saat menggunakan minyak, berpotensi memicu api.
Penumpukan minyak dan lemak di wajan juga bisa mudah terbakar jika tidak dibersihkan secara teratur. Matikan kompor saat meninggalkan dapur untuk mengurangi risiko kebakaran.
Contoh jangan meninggalkan panci dengan minyak panas tanpa pengawasan. Jika harus meninggalkan dapur, pastikan kompor sudah dimatikan.
2. Hindari Beban Berlebih Soket Listrik
Soket listrik atau stop kontak yang terlalu banyak dipakai atau peralatan yang dibiarkan menyala saat tidur meningkatkan risiko kebakaran. Kabel yang berlebihan dapat menyebabkan panas berlebih, sehingga penting memastikan peralatan hanya digunakan sesuai kapasitasnya.
Cabut peralatan listrik yang tidak digunakan untuk mencegah panas berlebih. Misal hindari menggunakan soket listrik untuk lebih dari dua perangkat besar secara bersamaan. Cabut steker mesin cuci setelah selesai digunakan.
Baca Juga: Cek Lima Warna Rumah yang Menarik Energi Positif dan Hoki serta Berpotensi Meningkatkan Rezeki
3. Resiko Merokok di dalam Rumah
Merokok di dalam rumah tanpa memperhatikan kondisi sekitar berisiko menyebabkan kebakaran, terutama jika dilakukan saat merasa lelah. Abu atau rokok yang belum padam sepenuhnya bisa menyalakan benda-benda di sekitarnya.
Gunakan asbak yang aman dan pastikan rokok benar-benar padam sebelum dibuang. Seperti jangan merokok sambil berbaring di sofa. Selalu pastikan puntung rokok mati sepenuhnya sebelum membuangnya ke tempat sampah.
4. Pasang dan Periksa Alarm Asap
Alarm asap yang berfungsi baik adalah alat penting untuk mendeteksi kebakaran sejak dini. Menempatkan alarm asap di setiap lantai rumah bisa memberikan peringatan cepat saat ada asap.
Lakukan uji alarm setiap minggu untuk memastikan fungsinya tetap baik, terutama di area yang sering digunakan.
Contoh letakkan alarm asap di dapur dan dekat kamar tidur. Uji alarm asap setiap minggu untuk memastikan bunyi peringatannya jelas.
5. Jaga Kebersihan Peralatan Memasak
Wajan dan panggangan yang tidak dibersihkan dari sisa lemak dapat menjadi sumber kebakaran. Sisa-sisa ini mudah terbakar saat terkena panas tinggi.
Menjaga kebersihan peralatan memasak membantu mencegah penumpukan bahan mudah terbakar yang bisa memicu api.
Misal setelah memanggang, bersihkan sisa lemak di wajan. Simpan peralatan memasak yang bersih dan kering agar aman digunakan kembali.
6. Buat Jalur Evakuasi
Penting memiliki jalur evakuasi yang jelas jika kebakaran terjadi di rumah. Rencana ini mencakup pintu atau jendela yang bisa digunakan sebagai jalur keluar.
Pastikan semua anggota keluarga mengetahui jalur evakuasi ini agar bisa segera menyelamatkan diri saat keadaan darurat.
Seperti tentukan pintu belakang sebagai jalur keluar darurat. Latih keluarga untuk segera keluar melalui pintu tersebut saat terdengar alarm asap.
7. Gunakan Pemanas dengan Aman
Pemanas portabel yang rusak bisa menjadi sumber kebakaran. Pemeriksaan rutin kondisi kabel dan fungsinya dapat menghindari risiko kebakaran akibat korsleting.
Pastikan hanya menggunakan pemanas yang masih berfungsi baik dan tidak ada kerusakan pada kabel.
Contoh periksa kabel pemanas portabel sebelum digunakan. Jika ada bagian yang terkelupas, segera ganti dengan yang baru.
Menerapkan langkah-langkah pencegahan kebakaran di rumah menjadi investasi penting untuk keselamatan jangka panjang. Dengan melakukan upaya sederhana namun efektif, risiko kebakaran dapat diminimalkan sehingga rumah dan keluarga tetap terlindungi dari bahaya yang mungkin terjadi.