JawaPos.com – Salah satu hewan peliharaan yang diminati oleh masyarakat Indonesia adalah kucing. Tak jarang, keluarga memperlakukan kucing seperti anak kandung atau sahabat dekat untuk sekadar main bersama atau bahkan mencari uang bersama.
Alasan orang banyak menyukai kucing sebagai anabul adalah karena kemandirian kucing. Orang banyak menduga bahwa kucing dapat merawat diri mereka sendiri, menghibur diri mereka sendiri, dan melakukan apa pun yang mereka inginkan tanpa memikirkan pikiran orang lain tentang tindakannya.
Reputasi kucing sebagai hewan yang mandiri dan menyendiri membuat orang percaya bahwa kucing tidak akan pernah merasa kesepian. Kenyataannya, kucing adalah hewan yang mendambakan persahabatan. Kalau kucing sering ditinggal selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari, mereka akan mengalami perasaan kesepian, atau kecemasan perpisahan seperti yang dialami oleh manusia.
Jika kucing kita kesepian, ia tidak akan langsung mengatakannya, tetapi mungkin ia akan memberikan pertanda halus bahwa ia ingin lebih banyak waktu bersama kita. Sebagai bagian dari keluarga, baik kesejahteraan maupun kesehatan kucing perlu menjadi prioritas kita, maka kita perlu memahami pertanda bahwa kucing sedang mengalami kesepian, berikut ciri-ciri kucing yang sedang kesepian seperti yang dilansir dari litter-robot.com
Kucing Tunggal
Seringkali sindrom kucing tunggal digunakan untuk menggambarkan perilaku dan potensi masalah yang dapat muncul ketika seekor kucing hidup sendirian tanpa ditemani kucing atau hewan lain. Meski beberapa kucing puas sebagai hewan tunggal, kucing lainnya mungkin mengalami masalah perilaku atau menunjukkan tanda-tanda kesepian jika mereka kurang interaksi sosial. Kucing yang mengalami sindrom kucing tunggal bisa menunjukkan perilaku seperti vokalisasi yang berlebihan, perilaku merusak, agresi, atau depresi.
Perawatan Berlebihan
Kucing kesepian kerap merawat dirinya sendiri secara berlebihan, seperti menjilati bulunya hingga lepas. Secara alami kucing adalah hewan yang sangat teliti dalam perawatan, tetapi jika cara perawatan kucing mulai mengarah pada perilaku obsesif kompulsif, itu adalah tanda bahwa ia merasa sedikit kesepian. Perawatan yang berlebihan juga dapat mengindikasikan kondisi medis yang memerlukan perawatan dokter hewan.
Vokalisasi Berlebihan
Pada dasarnya kucing adalah hewan yang banyak bicara, tetapi jika kucing anda biasanya pendiam tiba-tiba menjadi sangat cerewet, itu adalah pertanda ia meminta perhatian lebih banyak dari kita. Vokalisasi yang nyaring merupakan pertanda yang cukup bagus bahwa kesepian mungkin menjadi masalah. Selain itu, peningkatan vokalisasi dapat menjadi gejala rasa sakit atau penyakit tiroid pada beberapa kucing.
Masalah Kotak Pasir
Kalau kucing kerap kencing di luar kotak pasir, itu menandakan bahwa ia tidak senang ditinggal sendirian. Pertanda ini bersamaan dengan kalau kucing kita menghilangkan barang-barang pribadi milik kita.
Kucing Agresif
Seringkali, kucing kesepian akan bertingkah agresif saat mereka tahu saat pemiliknya bersiap-siap untuk pergi dari rumah. Jadi, ketika dia bersikap agresif dan terkesan memusuhi kita saat hendak pergi dari rumah, ia sedang menunjukkan bahwa kucing kita membutuhkan waktu lebih bersama kita, bukan menyingkirkannya.
Perusak
Kucing kesepian adalah kucing yang bosan dan mereka ahli dalam menemukan beberapa cara yang kreatif untuk mengisi pikiran dan mengatasi kebosanannya. Kucing dapat memindahkan atau menghancurkan benda-benda untuk menghibur dirinya atau berkegiatan selama kita pergi. Bisa jadi dia mencakari sofa, jok motor, dan membuat meja jadi berantakan. Ini adalah pertanda bahwa kucing kita kesepian.
Oleh sebab itu, karena kita telah menganggap kucing peliharaan kita sebagai bagian dari keluarga, maka kesejahteraannya wajib menjadi perhatian kita. Untuk mencegah perasaan sepi pada anabul kita, maka lakukan langkah-langkah berikut ini:
Luangkan Waktu
Wajib bagi pawrents untuk menyediakan waktu senggang berkualitas bersama kucingnya. Lakukan permainan interaktif dengannya secara teratur dengan kucing. Libatkan kucing dalam aktivitas yang menstimulasi pikiran dan tubuh mereka dengan mainan kucing, seperti pengumpan teka-teki atau mainan interaktif.
Ciptakan Lingkungan Ramah Kucing
Selain bermain dengannya, cara mengatasi masalah kesepian kucing adalah memastikan bahwa mereka memiliki sesuatu yang dapat dilakukan saat kita tidak di sana. Ciptakan tempat atau wahana yang menarik bagi kucing kita, seperti tempat menggaruk, tempat bertengger, tempat bersembunyi dan rak kucing.
Adopsi Kucing Lain
Mengadopsi kucing lain dapat membantu mengatasi kesepian pada kucing kaita, karena telah memberikan teman baru padanya. Dengan adanya kucing lain di rumah, maka ia memiliki teman baru selain kita. Solusi ini tidak menutup kemungkinan akan adanya benturan di awal, jadi membutuhkan proses adaptasi yang cukup lama. Dengan demikian, kita bukan hanya mengatasi kesepian kucing kita, tetapi juga menyelamatkan kucing terlantar.
Editor : Hendra