Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Harry Truman, Presiden Sederhana Pembawa Kemenangan Amerika Serikat

Viandra Rizqi • Rabu, 12 Maret 2025 | 08:00 WIB

Presiden Harry Truman (Dok. The Atlantic)
Presiden Harry Truman (Dok. The Atlantic)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat merupakan orang yang sudah pasti dikenal oleh sebagian besar masyarakat dunia. Bagaimana tidak, mereka adalah salah satu orang paling berkuasa di dunia (saat Perang Dingin) dan orang yang paling berkuasa di dunia sejak jatuhnya Uni Soviet pada tahun 1991. Hal ini dapat terjadi karena Amerika Serikat adalah negara superpower dan terkuat di dunia hingga sekarang. 

Kita selalu berpikir jika Presiden AS hidup dalam kemewahan dan kekayaan baik saat dan setelah menjabat. Namun, anggapan itu dapat dikatakan kurang tepat karena ada satu Presiden yang benar-benar tidak memiliki uang yang cukup setelah pensiun. Beliau adalah Presiden ke-33 Amerika Serikat yang menjabat antara tahun 1945-1953 dan bernama Harry Truman. 

Harry Truman lahir pada 8 Mei 1884 di Kota Lamar, Missouri. Dilansir dari laman trumanlibrary.gov, ia lahir dari pasangan John Anderson Truman dan Martha Ellen (Young) Truman dan memiliki dua saudara lainnya. Keluarga Truman kemudian pindah ke peternakan dekat Grandview pada 1887, lalu ke Independence pada 1890, dan pada akhirnya menetap di Kansas City pada 1902.

Harry muda menempuh pendidikan utama dan menengahanya di Independence, Missouri sebelum akhirnya lulus pada tahun 1901 dan pindah bersama ke Kansas City pada tahun berikutnya. Setelah lulus, ia bekerja sebentar sebagai pencatat waktu untuk kontraktor konstruksi kereta api sebelum akhirnya berpindah profesi sebagai juru tulis pada dua bank di Kansas City. 

Dalam periode 1905-1911, Harry mengabdi dalam Garda Nasional Missouri dan dalam waktu luangnya membantu sang ayah menjalankan pertanian keluarga pada tahun 1906 selama 10 tahun. Pada tahun 1917 ketika Perang Dunia I sedang berkecamuk, Harry mengabdi di Resimen ke-2 Artileri Medan Missouri sebelum akhirnya dipindahkan ke Resimen Artileri ke-129 tentara Amerika Serikat sebelum akhirnya dikirim ke Perancis. Harry dipromosikan menjadi Kapten dan diberikan kendali atas baterai D pada resimen tersebut, dia dan anak buahnya bertempur dengan gagah berani dalam Kampanye Vosges, Saint Mihiel, dan Meuse-Argonne sebelum akhirnya dipromosikan menjadi Kolonel. 

Setelah perang usai, tepatnya pada 28 Juni 1919 Harry menikahi Elizabeth Virginia "Bess" Wallace dan dikaruniai satu putri yang bernama Margaret Truman pada 17 Februari 1924. Dalam kurun waktu 1919-1922, Harry memiliki bisnis toko pakaian pria bersama dengan teman masa perangnya, Eddie Jacobson. Sayangnya, usaha toko kemudian gagal karena adanya resesi pasca perang dan nyaris berada di ambang kebangkrutan sebelum akhirnya mereka berhasil melunasi utang-utangnya dalam tahun-tahun yang akan datang. 

Harry masuk ke Partai Demokrat untuk memulai karier politiknya. Dilansir dari whitehousehistory.org, pada tahun 1922 dia terpilih menjadi hakim pengadilan Jackson County. Karier politiknya pun semakin melesat ketika dia terpilih menjadi Senator pada tahun 1934. Ketika Pemilihan Presiden 1944 akan tiba, Presiden Franklin D. Roosevelt sedang mencari Calon Wakil Presiden setelah ingin mengganti Henry A. Wallace yang sudah menjabat sejak 1941.

Dilansir dari trumanlibraryinstitute.org, Harry dipilih menjadi Cawapres Partai Demokrat sebagai kompromi atas calon kandidat Wakil Presiden lainnya. Hal ini juga didukung oleh faksi-faksi liberal, gerakan tua, anggota tua dan muda Partai Demokrat karena menilai Harry tidak condong ke faksi manapun. Pada Pemilu 1944, pasangan Roosevelt-Harry berhasil menang dengan telak dengan mendapatkan 432 suara elektoral dan 53.4% suara populer dibandingkan kandidat Partai Republik Thomas Dewey-John Bricker yang hanya mendapatkan 99 suara elektoral dan 45.9% suara populer.

Roosevelt mengawali periode keempatnya dan Harry untuk periode pertama sebagai Wakil Presiden pada 20 Januari 1945. Namun, Roosevelt meninggal pada 12 April 1945 setelah 12 tahun menjabat dan secara otomatis Harry menjadi Presiden AS ke-33. Pada 8 Mei 1945, Jerman menyerah di saat yang bertepatan dengan hari ulang tahun ke-61 Harry sendiri meskipun peperangan dengan Jepang belum berakhir.

Harry kemudian harus membuat keputusan yang besar mengenai peperangan dengan Jepang. Dilansir dari millercenter.org, Harry menyetujui pengeboman atom Kota Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945 yang menewaskan lebih dari 100.000 penduduk Jepang. Setelah kedua bom atom dijatuhkan, Kaisar Hirohito setuju untuk menyerah pada 15 Agustus 1945 dan secara otomatis menyelesaikan Perang Dunia II.

Usainya Perang Dunia II membuat dunia memiliki dua negara terkuat yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Ketegangan dua negara adidaya itu kemudian melahirkan Perang Dingin yang ditandai atas Blokade Berlin oleh Uni Soviet, namun berhasil dihentikan karena adanya bantuan suplai dari udara oleh Amerika Serikat beserta sekutunya. Pada tahun 1948, Harry mencalonkan dirinya sebagai Presiden untuk pertama kali didampingi oleh Alben W. Barkley dan berhasil memenangi pemilu terhadap Thomas Dewey-Earl Warren dan Strom Thurmond-Fielding Wright. Harry dan Barkley berhasil mendapatkan 303 suara elektoral dan 49.6% suara populer lalu diikuti oleh Dewey-Warren (189 suara elektoral dan 45.1%) dan Thurmond-Wright (39 suara elektoral dan 2.4% suara populer) yang sebelumnya terdapat berita yang salah lapor oleh Chicago Daily Tribune bahwa Dewey telah menang atas Harry.

Tahun 1950 Perang Korea terjadi dan menjadi salah satu faktor Harry menolak mencalonkan diri pada pemilu 1952. Harry berhenti menjabat pada 20 Januari 1953 dan digantikan oleh Dwight D. Eisenhower (Komandan Tentara AS di Eropa saat PD II). Kehidupan Harry menjadi sangat sederhana secara finansial setelah pensiun dari kepresidenan, ini dikarenakan satu-satunya penghasilan dia adalah hanya sebagai veteran Perang Dunia I. Dilansir dari investopedia.com, melihat kondisi keuangan pendahulunya yang sangat kecil, Presiden Eisenhower dan Kongres AS membuat UU Mantan Presiden pada tahun 1958 yang mengatur bahwa Mantan Presiden akan diberikan uang pensiun dan fasilitas lainnya dan tentu bantuan ini membuat kehidupan Harry dan keluarganya menjadi lebih baik.

Presiden Johnson memberikan Medicare kepada Mantan Presiden Harry Truman dan Mantan Ibu Negara Bess Truman, 1965 (Dok. The New York Times)
Presiden Johnson memberikan Medicare kepada Mantan Presiden Harry Truman dan Mantan Ibu Negara Bess Truman, 1965 (Dok. The New York Times)

Pada tahun 1965, ketika Medicare pertama kali diluncurkan Presiden Lyndon B. Johnson memberikan kartu anggota pertama dan kedua program tersebut kepada Harry dan istrinya. Harry meninggal dunia di usia 88 tahun pada 26 Desember 1972 setelah mengalami kegagalan organ di seluruh tubuh. Istrinya, Bess Truman wafat 10 tahun kemudian di usia 97 tahun sekaligus menjadi Ibu Negara AS dengan umur paling panjang dalam sejarah negara. 

Editor : Candra Mega Sari
#presiden as #harry truman #amerika serikat