JawaPos.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. Salah satunya lewat kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar di kawasan BSD, Bintaro, dan South City.
Ajang tanpa kendaraan bermotor itu kini bukan sekadar ruang olahraga, tetapi juga menjadi pusat perputaran ekonomi warga. Sekretaris Dinas Pariwisata Tangsel Irfan Santoso mengatakan, CFD di BSD, Serpong pada Minggu (5/10) lalu dihadiri sekitar 320 pelaku UMKM dan menarik lebih dari 5.000 pengunjung.
"Antusiasme warga sangat tinggi. Ada panggung hiburan, senam bersama, hingga komunitas sepeda. CFD jadi ruang publik yang hidup dan memberi dampak ekonomi," kata Irfan saat ditemui di Puspemkot Tangsel, Ciputat, (6/10).
Dia menjelaskan, kegiatan CFD tidak hanya fokus pada olahraga. Namun, juga menghadirkan inovasi di sektor kuliner.
"Khusus kuliner, jam operasional kita tambah jadi pukul 06.00 sampai 09.00 pagi agar pelaku UMKM bisa lebih banyak berjualan," jelasnya.
Ke depan, jadwal CFD Tangsel akan digelar bergiliran setiap pekan, minggu kedua di South City, minggu ketiga di Bintaro, dan minggu keempat direncanakan di Alam Sutera.
Berdasarkan hasil survei bulan lalu, lanjut Irfan, kegiatan CFD terbukti memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. "Sekitar 74,8 persen UMKM melaporkan pendapatannya meningkat, 15,9 persen stabil, dan hanya 9,3 persen yang mengalami penurunan," papar Irfan.
Persentase kenaikan pendapatan rata-rata mencapai 25 - 30 persen. Selain itu, mayoritas pengunjung CFD adalah perempuan (63 persen) dengan usia dominan 31- 40 tahun. Lokasi favorit warga adalah BSD (58,1 persen) dan Bintaro (41,9 persen).
Dari sisi tujuan, 45,5 persen pengunjung datang untuk berolahraga, 32,6 persen untuk berbelanja di stan UMKM, dan 14,4 persen mencari hiburan.
"Menariknya, 81,7 persen responden menyatakan CFD sangat mendukung UMKM, bahkan 94,6 persen melihatnya sebagai peluang usaha baru," tambah Irfan.
Selain menggairahkan ekonomi, kegiatan CFD juga membawa misi lingkungan, yaitu mengurangi emisi dan polusi udara, sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat. Pemkot Tangsel berencana memperluas jangkauan CFD agar lebih banyak wilayah merasakan manfaatnya.
"Dengan tiga jam CFD saja, perputaran ekonominya sudah signifikan. Artinya masyarakat butuh ruang publik sehat yang juga produktif," imbuh Irfan.