Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Masjid Raya Bani Umar: Rumah Ibadah Modern Tanpa Kubah di Tengah Rimbun Pohon Kurma

Indri Ramadani • Sabtu, 3 Mei 2025 | 11:00 WIB

Masjid tanpa Kubah, Masjid Raya Bani Umar (Dok. Google Maps)
Masjid tanpa Kubah, Masjid Raya Bani Umar (Dok. Google Maps)
JawaPos.com - Di tengah kawasan Parigi Baru, Pondok Aren, berdiri megah Masjid Raya Bani Umar. Tepatnya di Jl. Perigi Raya, RT.04/RW.005, Parigi Baru, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 12246. Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, tapi juga destinasi spiritual yang memadukan fungsi, estetika, dan kenyamanan.

Masjid ini mulai dibangun tahun 2007 dan diresmikan pada 2008 atas inisiatif Hj. Karlinah Umar Wirahadikusumah. Sang suami, Umar Wirahadikusumah, mantan Wakil Presiden RI, berwasiat agar masjid ini berdiri sebagai warisan iman. Luasnya mencapai 1,2 hektare dengan struktur bangunan yang memancarkan kesederhanaan namun tetap agung.

Arsitektur Unik Tanpa Kubah

Masjid ini dirancang oleh arsitek kenamaan, Fauzan Noe'man, yang juga merancang Masjid At-Tin dan Jakarta Islamic Center. Alih-alih menggunakan kubah seperti masjid pada umumnya, Bani Umar justru tampil beda dengan menara setinggi 59 meter. Pilihan ini bukan sekadar estetika, tapi juga wujud dari penafsiran arsitektur Islam yang lebih modern.

Fauzan menilai kubah bukan elemen wajib dalam masjid. Ia lebih memilih mengedepankan pencahayaan alami, ventilasi luas, dan bentuk geometris yang khas. Hasilnya, ruang shalat terasa terang dan sejuk tanpa harus menyalakan lampu di siang hari.

Ruang Ibadah yang Lapang 

Bangunan masjid terdiri dari tiga lantai, dengan ruang shalat utama berada di lantai dua dan tiga. Kapasitasnya mampu menampung hingga 1.600 jamaah. Karpet lembut terbentang luas, menambah kenyamanan setiap kali beribadah.

Di sisi kiblat, terdapat ornamen kaligrafi “Allah” dan “Muhammad” yang terukir indah di atas dinding marmer. Langit-langit masjid dihiasi lampu gantung berbentuk lampion khas Maroko dengan tulisan Asmaul Husna. Tak ada tiang di ruang utama, sehingga shaf shalat terlihat rapi dan pandangan tidak terhalang.

Fasilitas Lengkap untuk Berbagai Kebutuhan

Masjid ini juga dilengkapi fasilitas yang mendukung kegiatan sosial keagamaan. Di lantai dasar terdapat aula serbaguna, minimarket, dan toko buku agama. Bahkan tersedia poliklinik gratis untuk kaum dhuafa, lengkap dengan layanan dokter umum, dokter gigi, hingga ambulans.

Area tempat wudhu dan toilet sangat bersih dan tersebar di dalam serta luar masjid. Tersedia juga eskalator untuk memudahkan jamaah lansia. Saat shalat Id atau Jumat, halaman depan kerap digunakan untuk menampung jamaah dalam jumlah besar.

Ruang Terbuka dengan Suasana yang Teduh

Halaman masjid dipenuhi pepohonan kurma yang memberikan keteduhan. Ada kolam air mancur di sisi kiri masjid yang menambah kesejukan suasana. Jalan masuk menuju masjid dihiasi tangga yang menyambut hangat para jamaah.

Di area sekitar, terdapat juga sekolah TK Bani Umar serta deretan kios makanan dan minimarket. Selesai shalat atau kajian, tak sedikit jamaah yang menyegarkan diri dengan kelapa muda atau menikmati nasi uduk di warung seberang. Semua ini menjadikan masjid bukan hanya pusat ibadah, tapi juga pusat aktivitas komunitas.

Ruang Ibadah dan Kehangatan Komunitas

Masjid Raya Bani Umar tak hanya indah dilihat, tapi juga terasa hangat dihuni. Banyak keluarga datang bersama anak-anak untuk beribadah dan bermain di halaman. Suasana ramah, bersih, dan nyaman membuatnya jadi pilihan favorit warga Bintaro.

Selain jadi tempat shalat berjamaah, masjid ini juga sering dijadikan lokasi akad nikah dan resepsi kecil. Meski aula tidak terlalu besar, cocok untuk pernikahan yang intim dan penuh kekeluargaan. Bahkan saat Lebaran, ribuan orang berkumpul di lapangan depan untuk shalat Id bersama. 

Editor : Candra Mega Sari
#pondok aren #Masjid Raya Bani Umar #tempat ibadah #destinasi spiritual