Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Dinkes Tangsel Targetkan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan pada 2026: Fokus pada SDM dan Sarana Prasarana

Rita Salsabilla • Selasa, 25 Februari 2025 | 10:00 WIB

Acara penyampaian Rancangan Rencana Kerja Dinkes Kota Tangsel Tahun 2026 di Aula Belandongan, Puspemkot Tangsel, Senin (24/2).
Acara penyampaian Rancangan Rencana Kerja Dinkes Kota Tangsel Tahun 2026 di Aula Belandongan, Puspemkot Tangsel, Senin (24/2).
JawaPos.com - Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Dinkes Kota Tangsel) menargetkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sebagai fokus utama dalam Rencana Kerja Tahun Anggaran 2026. Optimalisasi standar pelayanan minimal dan peningkatan pencapaian indikator sebelumnya menjadi prioritas utama yang akan terus dikembangkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendarlin Mahdaniar, MKM, menegaskan bahwa Dinkes Kota Tangsel berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas dan menerapkan strategi peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kesehatan.

"Dalam Rencana Kerja OPD kali ini, kami berupaya mewujudkan pelayanan kesehatan berkualitas serta mendukung masyarakat agar dapat hidup sehat secara mandiri. Oleh karena itu, kami akan terus mengoptimalkan standar pelayanan minimal dan mempertahankan capaian indikator yang telah diraih. Salah satu isu strategis yang harus kami tingkatkan adalah peningkatan kompetensi SDM kesehatan," ujar Allin dalam acara penyampaian Rancangan Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Belandongan, Puspemkot Tangsel, Senin (24/2).

Selain penguatan SDM, peningkatan sarana dan prasarana kesehatan menjadi aspek krusial dalam mendukung layanan yang lebih baik. Dinkes Kota Tangsel juga memastikan kelanjutan program Universal Health Coverage (UHC) guna memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

"Kami ingin memastikan bahwa program UHC terus berjalan, serta meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit dan puskesmas. Selain itu, upaya pengendalian penyakit menular dan tidak menular di Tangerang Selatan juga menjadi prioritas," lanjut Allin.

Dinkes Tangsel juga mengadopsi program prioritas nasional, seperti penanganan stunting serta implementasi program Asta Cita Presiden yang mencakup pemeriksaan kesehatan gratis dan penanganan Tuberkulosis (TBC). Hingga pertengahan Februari 2025, layanan pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau 1.096 peserta di 35 puskesmas.

"Target kami adalah 30 peserta per hari di setiap puskesmas, namun masih belum tercapai. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi lebih lanjut agar masyarakat memahami hak mereka untuk memanfaatkan fasilitas cek kesehatan gratis ini," jelasnya.

Tak hanya itu, Dinkes Tangsel juga mengusung tiga program Quick Win di sektor kesehatan, yakni pemeriksaan kesehatan gratis, pengentasan TBC, serta peningkatan dan pelengkapan sarana rumah sakit di tingkat kabupaten dan kota. Program ini juga mendukung sasaran kedua dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), yaitu layanan kesehatan gratis untuk semua.

"Program Quick Win ini juga sejalan dengan sasaran kedua dari RPJPD, yaitu layanan kesehatan gratis untuk semua. Gratis bukan berarti tanpa biaya, tetapi pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah daerah," tambah Allin.

Saat ini, cakupan jaminan kesehatan di Tangsel telah mencapai 101 persen berdasarkan data konsolidasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun, tingkat pemanfaatan layanan kesehatan masih di bawah 80 persen sehingga perlu upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Dinkes Kota Tangsel juga akan terus menjalankan program Ngider Sehat Premium, yang telah berjalan selama tiga tahun, guna mendukung deteksi dini penyakit dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Editor : Candra Mega Sari
#rencana kerja #Dinkes Kota Tangsel #pelayanan kesehatan